Ketika Jejaring Sosial Menjadi Malfungsi
Sedikit curahan hati dan ngomong sendiri, sebal juga kadangkala jikalau lihat timeline semua jejaring sosial saya, terutama facebook dan BBM, aneka macam status, atau kiriman yang berdasarkan saya.. "ayolah... sing nggena napa!" isinya jikalau ndak pamer, yah foto dengan caption gak logis.
Tau gak sih jikalau sosial media itu menyerupai jendela besar yang ada pada setiap kamar kalian yang mempunyai dimensi yang saling berafiliasi satu sama lain, layaknya pintu kemana saja milik doraemon, jadi setiap orang bakal ngeliat kalian dari kamar mereka masing masing, dikala kalian umbar semua itu mereka jugaa ngelihat.
Entah semenjak kapan jejaring sosial menjadi malfungsi, ketika seharusnya menjadi ajang diskusi, bertemu secara tidak langsung, menyebarkan informasi, komunikasi, dan hal positif lainya bermetamorfosis lapak ajang pamer diri, umbar privasi diri, yang... buat orang waras serius gak penting banget!
Kalian niscaya punya temen yang setiap kirimanya niscaya tentang.. bagaimana hebatnya hidupnya, foto duit yang dijejer dilantai lalu diberi caption, "hasil maling nih bro,, cuma dapet segini" padahal di foto duitnya segepok!
Kalian juga niscaya punya temen, yang setiap kiriman atau statusnya kebanyakan mecin, sok sokan menjadi pengganti mario teguh, dengan segala macam quote medunianya, menjadi pakar cinta, dengan foto profile super duper percaya diri bahwa dirinya tamvan.
Kalian juga niscaya punya temen di jejaring sosial yang isi kiriman atau statusnya yaitu kumpulan foto-foto narsis dengan gaya super mainstream, atau foto yang katanya "bangun tidur" tapi alis masih tebel, atau foto dengan caption "jelekzzz ya!"
Dan yang buat heran apa? kalian tahu... kiriman dan status itu yang nge LIKE banyaaaaaak!!
Kesel kan, mau di unfriend kok dalam dunia faktual nih beneran temen, mau akal-akalan nggak ngelihat, kok ngeliat, yweslah pokoke ngunu, yang jelas, pada dasarnya yaitu Jangan buat jejaring sosial menjadi malfungsi. itu aja udah.
Terimakasih sudh membaca artikel sampah saya, ini masuk dalam kategori ngomong sendiri, jadi jangan diambil hati, supaya yang baca tidak merasa sakit hati.
Tau gak sih jikalau sosial media itu menyerupai jendela besar yang ada pada setiap kamar kalian yang mempunyai dimensi yang saling berafiliasi satu sama lain, layaknya pintu kemana saja milik doraemon, jadi setiap orang bakal ngeliat kalian dari kamar mereka masing masing, dikala kalian umbar semua itu mereka jugaa ngelihat.
Entah semenjak kapan jejaring sosial menjadi malfungsi, ketika seharusnya menjadi ajang diskusi, bertemu secara tidak langsung, menyebarkan informasi, komunikasi, dan hal positif lainya bermetamorfosis lapak ajang pamer diri, umbar privasi diri, yang... buat orang waras serius gak penting banget!
Kalian niscaya punya temen yang setiap kirimanya niscaya tentang.. bagaimana hebatnya hidupnya, foto duit yang dijejer dilantai lalu diberi caption, "hasil maling nih bro,, cuma dapet segini" padahal di foto duitnya segepok!
Kalian juga niscaya punya temen, yang setiap kiriman atau statusnya kebanyakan mecin, sok sokan menjadi pengganti mario teguh, dengan segala macam quote medunianya, menjadi pakar cinta, dengan foto profile super duper percaya diri bahwa dirinya tamvan.
Kalian juga niscaya punya temen di jejaring sosial yang isi kiriman atau statusnya yaitu kumpulan foto-foto narsis dengan gaya super mainstream, atau foto yang katanya "bangun tidur" tapi alis masih tebel, atau foto dengan caption "jelekzzz ya!"
Dan yang buat heran apa? kalian tahu... kiriman dan status itu yang nge LIKE banyaaaaaak!!
Kesel kan, mau di unfriend kok dalam dunia faktual nih beneran temen, mau akal-akalan nggak ngelihat, kok ngeliat, yweslah pokoke ngunu, yang jelas, pada dasarnya yaitu Jangan buat jejaring sosial menjadi malfungsi. itu aja udah.
Terimakasih sudh membaca artikel sampah saya, ini masuk dalam kategori ngomong sendiri, jadi jangan diambil hati, supaya yang baca tidak merasa sakit hati.
