Main Perosotan Di Riam Tibu Tereng, Lombok

Awal dongeng kita punya rencana ke Air Terjun Tibu Tereng yakni ketika menengok rekan kerja yang istrinya gres saja melahirkan. Rumahnya tuh berada di tempat Mekar Sari, Gunungsari, Lombok Barat. Nah ia dongeng jikalau di atas desa ini ada tempat pemandian dan gerojokan yang bagus, bagus dan dingin. Heuheuheu, tertariklah kita kita ini donk ya ama gerojokan itu....

Akhirnya di weekend berikutnya, kita pun menyambangi gerojokan ini. Lokasi Tibu Tereng ini berada di tempat Batu Kemaliq, Bukittinggi, Gunungsari, Lombok Barat, enggak terlalu jauh sih dari Kota Mataram, kira kira cuma 14,5 km. Untuk menuju kesana sih sebaiknya memakai kendaraan roda dua aja deh, sebab jikalau memakai roda 4, terlalu jauh jalan kaki nya.


Rute Menuju Tibu Tereng

Dengan titik start di ex Bandara Selaparang, kita menuju ke arah timur melewati Jalan Jend Sudirman, nah di perempatan Kekeri - Sayang Sayang kita belok ke kiri/arah utara. Ikuti aja jalan ini terus hingga ke Pasar Bukittinggi, jikalau bingung, tanya aja ke warga setempat dimana pasar bukittinggi, niscaya tau deh. Jalan menuju pasar ini udah bagus, aspal yang dapat dilewati kendaraan roda 4. Tapi jalur sesudah pasar bukittinggi yakni jalan tanah sempit dimana sebelah kanan yakni jurang, saya sarankan sih naik motor saja, sebab jikalau naik mobil, tidak mengecewakan jauh jalan kaki dari pasar bukittinggi. Ikuti saja jalan kecil ini hingga ketemu parkiran sepeda motor.

Parkirannya sudah bagus, dengan lantai cor semen, ada beberapa tempat duduk dan berugak yang dapat dimanfaatkan untuk beristirahat, selain itu juga ada warung yang menjual jajanan dan minuman botolan. Nah dari parkiran ini kita tinggal jalan kaki aja turun mengikuti jalan setapak yang ada. Nah pas ketika kita kesini, enggak ada tukang parkir ataupun petugas penjaga. Makara kita menitipkan ke pemilik warung saja, dengan bilang langsung. 

Di bawah warung ini jalan setapak bercabang dua, jikalau ke kanan akan menuju Air Terjun Kelambu (nanti akan diulas di postingan tersendiri), sedangkan jikalau ke kiri ke Tibu Tereng. By the way di sekitar sini banyak banget pohon durian lho, tapi sayang sekali kini ini bukan demam isu nya, coba pas demam isu durian ya, heuheuheu, dapat sekalian berburu durian nih.

Dari pertigaan ini tinggal jalan kaki menurun sekitar 5 menit saja, hingga hingga sungai dan lanjut ke arah kanan dikit, yuhuuu dan sampailah kita di Tibu Tereng.



Air Terjun di sini tidak tinggi sih, cuman seru untuk main main air, lompat lompat dan perosotan...  Berhubung ini lagi demam isu kemarau, anutan airnya enggak deras dan cuma ada satu, kulihat sih di pojokan yang satunya ada jalur gerojokan juga, yang mengering, mungkin pas demam isu penghujan ada alirannya.

Di bawah terjunan air ini ada bak yang di pecahan tengah tidak mengecewakan dalam, apalagi pas demam isu penghujan, niscaya lebih dalam lagi, tapi justru kondusif sih jikalau buat lompat lompat, kaki enggak nabrak dasar, tapi ya itu harus dipastikan dapat berenang.

Di sini kita dapat perosotan seru lho, meskipun track nya pendek banget, tapi wokee lah buat seru ajakan bareng temen temen...


Setelah puas main main air, berendem dan perosotan. Kita pun melanjutkan ke spot ke dua, yaitu Air Terjun Kelambu. Lokasi gerojokan ini berada beberapa ratus meter di bawah Tibu Tereng ini. Kita jalan kaki naik ke pertigaan jalur awal (di bawah warung), lanjut turun ke gerojokan nya.

Nah ibarat apa serunya main air di gerojokan kelambu? Tunggu saja postingan berikutnya ya :)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel