Rahasia Srikandi Sang Prajurit Perempuan Perkasa. Apa Bencong ?

Bila mengikuti film dongeng epos Mahabarata yang sedang ditayangkan setiap hari secara bersambung di salah satu televisi swasta, anda mungkin merasa ingin tau dengan salah satu tokoh perempuan yang muncul di Kerajaan Pancala.

Dalam film Mahabarata tersebut, tokoh perempuan yang terlihat “sangar” dan perkasa ( jago bela diri ), Srikandi namanya.
Siapa Srikandi ?

Srikandi bahu-membahu merupakan pembiasaan dalam bahasa Indonesia.

Nama orisinil "Srikandi" dalam bahasa Sansekerta ialah Śikhaṇḍin. Sedangkan bentuk femininnya ( perempuan ) ialah Śikhaṇḍinī. Jika ditafsirkan secara harfiah, Śikhandin atau Śikhandini mempunyai arti "memiliki rumbai-rumbai" atau "yang mempunyai jambul".

( Catatan : dari ini bahu-membahu menyimpan petunjuk menarik wacana bias gender dari Srikandi ).
Baik dalam kisah Mahabarat versi India maupun Mahabarata versi Jawa, asal-usul Srikandi sama-sama dikisahkan merupakan anak dari Drupada, Raja Pancala.

Yang berbeda antara Mahabarata versi India dan Jawa adalah, pada Mahabarata versi Jawa, Srikandi ini nantinya dikisahkan akan menjadi suami Arjuna, yang juga menjadi gurunya.

Dan dalam kisah Mahabarata Jawa, Arjuna sering digambarkan mempunyai bias gender juga, meski merupakan seorang perkasa, penampilannya ialah sebagai sosok banci.

Lihat juga :

Apa yang dimaksud dengan bias gender Srikandi ?

Dalam kitab Mahabharata diceritakan, Srikandi ialah salah satu putri Raja Drupada dengan Dewi Gandawati dari Kerajaan Panchala.
Srikandi memang terlahir sebagai seorang wanita.
Namun lantaran adanya sabda dewa, Srikandi diasuh sebagai seorang pria, bahkan kadangkala berjenis kelamin netral (waria).
Pada kisah Mahabarata juga digambarkan, Raja Drupada juga tahu kalau Srikandi nantinya akan menjadi penyebab tamat hidup Bisma. Namun Drupada takut menjadi musuh Bisma sehingga ia mengusir Srikandi.

Dalam pengusirannya, dii tengah hutan, Srikandi berdoa dan berganti jenis kelamin menjadi laki-laki. Pada versi lainnya, Srikandi kabur dari Kerajaan Panchala.

Ia kemudian bertemu dengan seorang yaksa ( laki-laki ) dan kemudian menukar jenis kelaminnya kepada Srikandi.

Dalam kisah pewayangan versi Jawa, ( Dewi ) Srikandi juga digambarkan sebagai seorang perempuan yang sangat menyukai olah keprajuritan dan sangat mahir meggunakan senjata panah.
Ilmunya diperoleh dari Arjuna, yang menjadi gurunya juga suaminya.
Namun perkawinan Srikandi dengan Arjuna tidak mendapat keturunan ( Arjuna banci, Srikandi waria ? ).

Srikandi juga digambarkan sebagai prajurit perempuan perkasa.
Ia menjadi penanggung jawab keselamatan dan keamanan kesatrian Madukara. Bahkan ketika perang Bharatayuddha telah pecah, Srikandi juga bertindak sebagai senapati perang Pandawa menggantikan Resi Seta.
Lihat juga :

Apa kehebatan Srikandi ?

Srikandi diceritakan sebagai seorang anak yang terlahir dari penitisan ( reinkarnasi ) dari Dewi Amba, yang telah bersumpah akan menjadi penyebab tamat hidup dari Bisma. Sebab Dewi Amba merasa harga dirinya terinjak-injak, terhina dan disia-siakan oleh Bisma, putra Gangga, akhir sebuah sayembara.
Itulah sebabnya, Srikandi digambarkan tidak akan sanggup mati sebelum ia berhasil membunuh Resi Bisma.

Selain mahir dalam olah senjata dan keparjuritan, untuk sanggup mengalahkan Resi Bisma yang sakti mandraguna, tidaklah cukup.
Sebab diceritakan kalau Bisma tidak sanggup mati kalau ia belum menghendaki kematiannya sendiri. Oleh alasannya ialah itu Amba meninggalkan Puspamala pemberian Dewa Subramanya, yang mana ketika memperlihatkan pada Amba, bersabda bahwa orang yang bersedia memakainya akan menjadi pembunuh Bisma.

Di kala Srikandi masih muda, secara tidak sengaja ia mendapati sebuah Puspamala tergantung di atas gerbang istananya. Ia pun mengalungkan Puspamala tersebut di lehernya.
Dan ketika Baratayuda telah pecah, sesudah Srikandi menjadi senopati perang menggantikan Resi Seta, datang saatnya Srikandi berhadap-hadapan dengan Bisma.

Namun Bisma tidak mau bertempur, alasannya ialah ia tidak mau berhadapan dengan wanita, dan ia pun tahu kalau Srikandi ialah penitisan Amba yang menghendaki menjadi penyebab kematiannya.
Bisma kemudian malah membuang senjatanya.
Arjuna yang memang bersembunyi di belakang Srikandi kemudian menyerang Bisma dengan tembakan panah penghancur. Dan hanya berkat pinjaman Srikandi, Arjuna gres sanggup memperlihatkan serangan terakhir pada Bisma, alasannya ialah Bisma memang bahu-membahu tidak terkalahkan hingga akhir.
Itu ialah versi India.

Sedang dalam versi Jawa ketika berhadap-hadapan dengan Bisma, Srikandi kemudian melepaskan senjata panah Hrusangkali, yang kesannya sanggup menewaskan Bisma, sesuai kutukan Dewi Amba.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel