Cara Komplain Dan Mengirim Pengaduan Ke Jne Untuk Kegiatan Pengiriman Jne Reguler
Cara Komplain ke JNE - Jalur Eka Mandiri, atau yang lebih kita kenal dengan JNE merupakan salah satu perusahaan jasa pengiriman yang telah mempunyai pengalaman selama 27 tahun.
JNE dalam usahanya selalu berupaya memperlihatkan pelayanan terbaik kepada setiap pelanggannya. Namun kenyataannya tidaklah demikian.
Saya mempunyai pengalaman yang kurang mengenakkan selama beberapa kali memakai layanan jasa pengiriman JNE ini.
Saya yakni salah satu pelanggan di aplikasi toko online tokopedia.
Saya lebih menyukai berbelanja secara online, lantaran selain mudah, terkadang juga jikalau sedang beruntung, saya sanggup mendapatkan produk anggun dengan harga yang relatif murah.
Salah satu hambatan yang saya temukan ketika berbelanja online yakni mengenai kapan produk yang telah kita beli akan kita terima.
Jika berbelanja secara konvensional, ketika kita membeli produk, maka produk tersebut sanggup pribadi kita bawa pulang, namun tidak ketika kita berbelanja online.
Kita harus menunggu beberapa hari biar produk yang telah kita beli dikirim dan gres kemudian hingga ke tangan kita.
Kaprikornus hambatan utama yang dihadapi ketika berbelanja online berdasarkan saya yakni mengenai penentuan atau menentukan layanan jasa pengiriman barang.
Ada banyak jasa layanan pengiriman barang yang tersedia ketika ini, dan lantaran katanya yang paling anggun pelayanannya serta paling memperhatikan konsumennya yakni JNE.
Kita juga sanggup mengetahui JNE cek ongkir atau mengetahui berapa ongkos kirim yang dibebankan melalui JNE cek ongkir.
Oleh alasannya yakni itu, ketika saya berbelanja online, saya selalu memakai layanan JNE sebagai jasa pengiriman paket produk yang saya beli.
Dan kali ini saya ingin menyebarkan pengalaman saya perihal buruknya layanan komplain dan pengaduan JNE, serta buruknya layanan jasa pengiriman JNE secara keseluruhan, ketika saya memakai jasa pengiriman JNE ini.
Saya membeli satu produk berupa sarung stir kendaraan beroda empat MBTECH original, yang saya pesan dan order pada tanggal 11 Desember 2018 melalui penjual di tokopedia yang berdomisili di Depok.
Saya menentukan jadwal pengiriman JNE reguler atau biasanya disebut dengan JNE REG15 sebagai jasa pengiriman paketnya.
Jadwal pengiriman JNE reguler ini mempunyai estimasi sampainya produk yang kita kirim yakni paling usang 4 hari.
Dan berdasarkan perhitungan, paket yang saya beli melalui olshop tokopedia seharusnya saya terima paling usang pada tanggal 16 Desember 2018.
Karena itu, saya terus memantau dan mengecek pengiriman paket sarung stir MBTECH original yang telah dikirim dengan jne reguler ini sudah hingga dimana.
Saya mengecek kiriman JNE hingga mana memakai tracking nomor resi JNE, dan paket saya telah hingga pada status DEPARTED FROM TRANSIT [GATEWAY JAKARTA], Gateway Jakarta per tanggal 13 Desember 2018 pukul 07.30 WIB.
Akan tetapi, sehabis tanggal 13 Desember 2018, ternyata status pengiriman paket saya tidak berubah ketika saya mencoba untuk memantaunya melalui aplikasi tracking JNE.
Dan hingga pada postingan ini saya buat, yakni tanggal 20 Desember 2018, status pengiriman saya pada tracking JNE tetap tidak berubah.
Masih distatus DEPARTED FROM TRANSIT [GATEWAY JAKARTA], kota Gateway Jakarta per tanggal 13 Desember 2018 pukul 07.30 WIB.
Saya menyadari, bahwa tragedi ini bukanlah menjadi tanggung jawab dari penjual di lapak Tokopedia, namun murni lantaran kesalahan dari pihak JNE sendiri.
Karena itu, saya pun mencoba untuk menghubungi pihak JNE, untuk melaksanakan komplain atau mengirimkan pengaduan perihal paket yang hingga ketika ini masih belum terang dimana keberadaannya.
Sebelum saya mencari bagaimana cara komplain ke JNE, atau melaksanakan pengaduan ke JNE, pertama-tama saya menghubungi pihak penjual dimana saya membeli produk stir kendaraan beroda empat tersebut.
Berdasarkan keterangan yang diberikan penjual, paket saya masih dalam perjalanan, dan saya diminta untuk bersabar menunggu.
Permasalahannya yakni bukan lantaran saya tidak sabar, namun lantaran saya percaya dan meyakini dengan komitmen JNE untuk memperlihatkan pelayanan terbaik pada pelanggannya.
Yang juga menjadi slogan dari perusahaan jasa pengiriman tersebut.
Dimana paket pengiriman JNE REG15, yakni paket Reguler JNE, paling usang diterima oleh pelanggan 4 hari semenjak paket dikirimkan.
Lihat: Cara Membuat dan Mengurus Izin Mendirikan Bangunan - IMB
Namun hingga ketika ini, sudah melebihi waktu 1 minggu, saya belum juga mendapatkan paket yang telah dikirim semenjak tanggal 12 Desember 2018 lalu.
Memang kesalahan ini terletak pada kurir atau perusahaan jasa pengiriman tersebut, maka seharunya saya tidak menanyakan produk yang saya beli tersebut kepada penjual.
Karena intinya baik penjual maupun pembeli sama-sama tidak mengetahuinya dimana keberadaan paket tersebut.
Pihak JNE lah yang harus bertanggungjawab 100% atas pengiriman, sehingga akan lebih efektif dan menghemat waktu, jikalau saya pribadi menanyakannya kepada JNE.
Akan tetapi, untuk menghubungi pihak JNE, dan melaksanakan komplain atau menciptakan pengaduan perihal ketidakjelasan status paket yang telah dikirim, ternyata tidak semudah yang di iklankan oleh pihak JNE.
JNE memang telah memperlihatkan beberapa informasi di situr resmi mereka, termasuk cara mengecek kiriman JNE hingga mana dengan memakai layanan tracking paket, atau cek resi dan melihat status paket yang dikirim.
Untuk mengetahui cara mengecek kiriman JNE hingga mana, kita sanggup memakai tracking nomor resi di www.jne.co.id
Nomor resi dari pengirim itu sendiri niscaya ada ketika kita membeli barang secara online melalui olshop ibarat tokopedia, bukalapak, blibli, dan yang lainnya.
Nomor resi pengiriman paket JNE inilah yang kita dipakai untuk pelacakan posisi barang yang telah kita beli.
Berikut pola hasil tracking nomor resi saya di JNE:
Dari hasil tracking resi tersebut kita sanggup mengetahui bahwa:
Permasalahannya adalah, bahwa dari tracking tersebut, terang bahwa paket saya nyangkut di Gateway Jakarta, per tanggal 13 Desember 2018, jam 07.30 WIB.
Melihat hasil tracking cek resi JNE tersebut memang terjadi masalah, mandeg, mentok, terlambat, telat, lalai, dan tidak profesional.
Lihat: Cara Tambah Daya Listrik PLN Secara Online dan Pembayarannya Via ATM BCA
Tidak ibarat yang mereka koar-koarkan perihal pelayanan yang mengutamakan kepuasan pelanggan, dan paket akan tetap hingga walaupun dikirim ke pelosok-pelosok desa.
Bahkan mereka berani memperlihatkan jaminan uang kembali apabila paket tidak hingga ibarat yang dijanjikan. Terutama untuk layanan pengiriman paket JNE YES (Yakin Esok Sampai).
Paket saya telah melebihi waktu estimasi pengiriman yang seharusnya, yakni selama 4 hari, dan hingga satu ahad lebih barang saya belum juga sampai.
Karena itu, saya pun berencana untuk menciptakan pengaduan kepada JNE.
Saya pun mencari-cari bagaimana cara komplain ke JNE untuk kejelasan paket saya yang hingga ketika ini belum saya terima, bahkan belum hingga sama sekali di kota saya, namun masih nyangkut di Jakarta.
Mengapa saya komplain kepada pihak JNE yakni lantaran problem pengiriman paket hingga hingga ke alamat tujuan yakni 100% tanggung jawab JNE, bukan penjual.
Pihak JNE telah menyediakan layanan kostumer service via telepon, yakni di nomor telepon:
Telepon JNE Pusat Jakarta: (021) 2927 8888
Jika ternyata dari hasil tracking resi JNE paket tersebut telah hingga di kota tujuan, namun belum dikirim ke alamat penerima, maka kita sanggup menghubungi JNE cabang kota tersebut, melalui telepon layanan/ kostumer services JNE Cabang.
Cara ini belum saya coba, lantaran untuk menghubungi JNE via telepon ini, setidaknya saya harus menghabiskan pulsa telepon seluler saya hingga 30ribu.
Karena itu, cara komplain atau pengaduan ke JNE via telepon ini belum saya lakukan.
Ketika saya mencoba untuk komplain ke JNE via ASK JONI, disana saya mengisi formulir pengaduan, yakni mengisi NAMA, EMAIL, TELEPON, MEMILIH SUBJEK Komplain ke JNE, dan PESAN untuk JNE.
Saya telah mengisi semua kolom tersebut dengan benar, dan mengirim pesan yang isinya perihal keluhan-keluhan saya, dan tidak lupa pula saya sertakan nomor resi pengiriman paket REG15 JNE saya.
Ketika saya mencoba untuk mengklik tombol kirim, ternyata terdapat pesan error, yang bunyinya menyatakan bahwa saya tidak mengisi captcha, atau captcha tidak sesuai.
Padahal, pada ketika mengisi data-data sebelum dikirim, tidak pernah ada perintah untuk mengisi captcha, sehingga saya pun tidak sanggup menghubungi pihak JNE untuk melaksanakan komplain melalui layanan ask Joni ini.
Selanjutnya yakni saya komplain atau menciptakan pengaduan melalui email: customercare@jne.co.id.
Lihat: Cara Menghitung Pajak Bumi dan Bangunan
Saya komplain kepada pihak JNE dengan mengirimkan email dengan memperlihatkan data-data yang lengkap, seperti:
- Memberikan Nomor Resi, dan Meminta untuk di cek perihal status paket.
- Memberikan Nama lengkap Penerima
- Memberikan Alamat lengkap penerima
- Menyertakan Nomor HP Penerima.
- Memberikan Nama Lengkap Pengirim
Yang isinya ibarat yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini.
Melalui situs resmi JNE, pihak JNE akan membalas email kita dalam waktu 1 hingga 2 jam, akan tetapi hingga ketika ini email yang telah saya kirim dua kali kepada JNE tidak pernah dibalas.
Kita juga sanggup pribadi tiba ke kantor cabang dikota Anda.
Untuk komplain atau menciptakan pengaduan dengan tiba pribadi ke kantor cabang JNE, sudah pernah saya lakukan, untuk pengiriman paket saya yang lain.
Dan saya hanya mendapatkan jawaban bahwa, paket masih tertahan di kota pengirim, atau di Jakarta.
Serta jawaban klise ibarat "kami tidak sanggup memperlihatkan informasi lebih lanjut, semua informasi perihal status paket lebih jelasnya tanyakan pribadi ke kantor sentra JNE".
Karena itu, saya tidak melaksanakan komplain ke JNE dengan mendatangi kantor cabangnya. Selain tempatnya jauh dari rumah, saya juga tidak mempunyai waktu untuk pergi kesana.
Dan yang menjadi alasan mengapa saya lebih menentukan belanja secara online yakni lantaran keterbatasan waktu yang saya miliki.
Putus asa, kesannya saya mencoba untuk menghubungi dan melaksanakan komplain serta menciptakan pengaduan kepada JNE via akun-akun sosial media JNE Express.
Pertama saya mentweet keluhan dan komplain saya dengan memantion akun twitter JNE, yakni @JNE_ID, dan hingga ketika ini tweet saya tidak pernah dibalas.
Selanjutnya yakni saya mengirimkan pesan melalui akun sosial media Facebook JNE, yakni facebook: JNE, dan hanya melalui akun facebook JNE inilah saya mendapatkan balasan.
Walaupun balasannya saya terima dalam waktu 24 jam lamanya.
Dan jawaban yang saya terimapun hanya menyatakan bahwa paket saya belum hingga di kota tujuan, gres hingga Jakarta, yaitu informasi yang sama yang ditampilkan oleh aplikasi tracking resi JNE, bukan perihal informasi yang saya butuhkan.
Yakni mengenai mengapa paket saya belum hingga hingga ketika ini, hingga satu ahad lebih.
Jika hanya memberikan informasi perihal hingga dimana status paket, saya rasa tidak harus repot-repot mencari cara bagaimana menghubungi dan melaksanakan komplain kepada JNE.
Terakhir yakni melalui akun Instagram JNE,yakni di @JNE_ID. Untuk akun sosial media instagram ini, saya tidak mengirimkan komplain ataupun pengaduan.
Saya sendiri telah memakai cara komplain ke JNE melalui ask Joni, email, akun media umum JNE.
Namun hanya melalui akun media umum Facebook JNE lah saya mendapatkan jawaban. Itupun sehabis menunggu 24 jam, dan jawaban yang diterimapun sama dengan apa yang ditampilkan didalam hasil tracking nomor resi.
Dari pengalaman yang kurang mengenakkan memakai jasa pengiriman JNE ini, satu hal yang harus menjadi perhatian kita, yakni menyiapkan data-data yang diperlukan.
Karena ketika kita akan komplain ke JNE kita harus menyiapkan data Nama Penerima, Nama Pengirim, Alamat tujuan, no tlp/ HP, dan juga informasi mengenai isi/ barang apa yang ada didalam paket yang kita kirim.
Selanjutnya lantaran hingga hari ini paket saya belum juga sampai, dan masih distatus tracking nomor resi yang sama, nyangkut di Gateway Jakarta.
Selebihnya saya tidak tau lagi harus komplain dan mengadu kemana. Akhirnya saya hanya sanggup pasrah, mungkin belum rezeki saja.
Lihat: Cara Menghitung Pajak Kendaraan Bermotor - PKB
Akan tetapi, permasalahannya yakni bukan perihal kecil atau besarnya kerugian yang saya alami, namun perihal janji-janji dari pihak JNE sendiri yang katanya akan memperlihatkan pelayanan terbaik pada pelanggannya.
Buktinya, ketika saya mengalami problem perihal pengiriman paket saya yang tidak sampai-sampai dan nyangkut di suatu tempat, untuk menghubungi pihak JNE saja sangat susah.
Jangan harap mereka akan menjawab semua keluhan kita dengan cepat, dan lengkap.
Jikapun ada jawaban, hanyalah jawaban formalitas, yang tidak memperlihatkan informasi apapun.
Karena itu, jikalau memang tidak ada lagi jasa pengiriman yang lain, dan hanya JNE lah yang sanggup melayani jasa pengiriman untuk hingga ke desa-desa dimana Anda tinggal, maka ada beberapa tips yang sanggup saya berikan untuk Anda.
Walaupun barang yang akan Anda kirim bentuk atau ukurannya kecil, sedapat mungkin hindari untuk memaketnya atau mempackingnya dengan ukuran kecil juga.
Hal ini untuk menghindari paket Anda hilang lantaran terselip oleh paket-paket yang lain yang ukurannya besar-besar.
Sebab yang memakai layanan pengiriman paket JNE itu ribuan, dan barang yang tersimpan digudang merekapun jumlahnya sudah niscaya ribuan juga.
Selanjutnya yakni memperlihatkan alamat yang sangat lengkap dan jelas.
Walaupun Anda telah menyertakan nomor telepon/ HP akseptor ketika Anda mengirimkan paket, namun untuk menghindari tidak sampainya paket ketempat tujuan, ada baiknya Anda mengisi alamat akseptor dengan terang dan lengkap.
Jangan lupa untuk menyertai RT/ RW nya, Kelurahannya serta isyarat posnya, yang niscaya yakni nomor rumahnya, kecamatannya hingga pada kota dan propinsinya.
Bila perlu Anda sanggup memakai keterangan sebagai patokan, misalnya:
Jl. JNE cek ongkir Gang. JNE Balikpapan, JT Reg No 212 RT.RW 01/01 Kel. Live Chat JNE Kec. Paket JNE Belum Datang (samping Kantor JNE Balikpapan, belakang masjid Al-Aziz, Rumah Gubuk. Jika tidak ada orang titip tetangga sebelah an. Joni)
Apabila alamatnya lengkap ibarat itu, kurir JNE pun akan gampang untuk mencari dan menemukan alamat kita, lantaran kurir pun manusia, yang tidak luput dari lupa dan khilaf, serta mereka juga dikejar-kejar oleh target.
Jika Anda sama ibarat saya, yang lebih suka berbelanja secara online ketimbang belanja secara konvensional, jadilah pembeli yang bijak.
Ketika Anda berbelanja online ditoko-toko atau situs-situs belanja online yang terpercaya semacam toped, blibli dan sebagainya, jangan dulu marah-marah atau mewaspadai penjualnya.
Status pemesanan di situs jual beli dengan keterangan barang telah dikirim, maka hal itu telah menjadi kewajiban jasa pengiriman barang.
Kaprikornus 100% tanggung jawabnya ada dipihak pihak ekspedisi dalam hal ini JNE.
Lihat: Standar Prosedur Pengeluaran Paket Kiriman Melalui POS atau EMS
Sedangkan untuk pihak kurir pengiriman barang ibarat JNE ini, ada baiknya mereka mempelajari lagi mengenai Undang-undang santunan konsumen.
Karena pelaku perjuangan sanggup dikenakan hukuman pidana sesuai dengan pasal 61 s.d. pasal 63, dengan bahaya pidana paling usang 5 tahun dan denda 2 miliar.
Serta eksekusi komplemen berupa perampasan barang tertentu, pengumuman putusan hakim, pembayaran ganti rugi, perintah penghentian acara tertentu yang menimbulkan timbulnya kerugian konsumen, kewajiban penarikan barang dari peredaran, hingga pada pencabutan izin usahanya.
Selain itu, konsumen juga sanggup melaksanakan tuntutan secara perdata meminta pertanggungjawaban dan ganti rugi dari pelaku usaha, dalam hal ini JNE. Sumber https://www.awambicara.id/
JNE dalam usahanya selalu berupaya memperlihatkan pelayanan terbaik kepada setiap pelanggannya. Namun kenyataannya tidaklah demikian.

Saya mempunyai pengalaman yang kurang mengenakkan selama beberapa kali memakai layanan jasa pengiriman JNE ini.
Saya yakni salah satu pelanggan di aplikasi toko online tokopedia.
Saya lebih menyukai berbelanja secara online, lantaran selain mudah, terkadang juga jikalau sedang beruntung, saya sanggup mendapatkan produk anggun dengan harga yang relatif murah.
Salah satu hambatan yang saya temukan ketika berbelanja online yakni mengenai kapan produk yang telah kita beli akan kita terima.
Cara Komplain ke JNE
Jika berbelanja secara konvensional, ketika kita membeli produk, maka produk tersebut sanggup pribadi kita bawa pulang, namun tidak ketika kita berbelanja online.
Kita harus menunggu beberapa hari biar produk yang telah kita beli dikirim dan gres kemudian hingga ke tangan kita.
Kaprikornus hambatan utama yang dihadapi ketika berbelanja online berdasarkan saya yakni mengenai penentuan atau menentukan layanan jasa pengiriman barang.
Ada banyak jasa layanan pengiriman barang yang tersedia ketika ini, dan lantaran katanya yang paling anggun pelayanannya serta paling memperhatikan konsumennya yakni JNE.
Kita juga sanggup mengetahui JNE cek ongkir atau mengetahui berapa ongkos kirim yang dibebankan melalui JNE cek ongkir.
Oleh alasannya yakni itu, ketika saya berbelanja online, saya selalu memakai layanan JNE sebagai jasa pengiriman paket produk yang saya beli.
Dan kali ini saya ingin menyebarkan pengalaman saya perihal buruknya layanan komplain dan pengaduan JNE, serta buruknya layanan jasa pengiriman JNE secara keseluruhan, ketika saya memakai jasa pengiriman JNE ini.
Saya membeli satu produk berupa sarung stir kendaraan beroda empat MBTECH original, yang saya pesan dan order pada tanggal 11 Desember 2018 melalui penjual di tokopedia yang berdomisili di Depok.
Saya menentukan jadwal pengiriman JNE reguler atau biasanya disebut dengan JNE REG15 sebagai jasa pengiriman paketnya.
Jadwal pengiriman JNE reguler ini mempunyai estimasi sampainya produk yang kita kirim yakni paling usang 4 hari.
Dan berdasarkan perhitungan, paket yang saya beli melalui olshop tokopedia seharusnya saya terima paling usang pada tanggal 16 Desember 2018.
Karena itu, saya terus memantau dan mengecek pengiriman paket sarung stir MBTECH original yang telah dikirim dengan jne reguler ini sudah hingga dimana.
Saya mengecek kiriman JNE hingga mana memakai tracking nomor resi JNE, dan paket saya telah hingga pada status DEPARTED FROM TRANSIT [GATEWAY JAKARTA], Gateway Jakarta per tanggal 13 Desember 2018 pukul 07.30 WIB.
Akan tetapi, sehabis tanggal 13 Desember 2018, ternyata status pengiriman paket saya tidak berubah ketika saya mencoba untuk memantaunya melalui aplikasi tracking JNE.
Dan hingga pada postingan ini saya buat, yakni tanggal 20 Desember 2018, status pengiriman saya pada tracking JNE tetap tidak berubah.
Masih distatus DEPARTED FROM TRANSIT [GATEWAY JAKARTA], kota Gateway Jakarta per tanggal 13 Desember 2018 pukul 07.30 WIB.
Saya menyadari, bahwa tragedi ini bukanlah menjadi tanggung jawab dari penjual di lapak Tokopedia, namun murni lantaran kesalahan dari pihak JNE sendiri.
Karena itu, saya pun mencoba untuk menghubungi pihak JNE, untuk melaksanakan komplain atau mengirimkan pengaduan perihal paket yang hingga ketika ini masih belum terang dimana keberadaannya.
Sebelum saya mencari bagaimana cara komplain ke JNE, atau melaksanakan pengaduan ke JNE, pertama-tama saya menghubungi pihak penjual dimana saya membeli produk stir kendaraan beroda empat tersebut.
Berdasarkan keterangan yang diberikan penjual, paket saya masih dalam perjalanan, dan saya diminta untuk bersabar menunggu.
Permasalahannya yakni bukan lantaran saya tidak sabar, namun lantaran saya percaya dan meyakini dengan komitmen JNE untuk memperlihatkan pelayanan terbaik pada pelanggannya.
Yang juga menjadi slogan dari perusahaan jasa pengiriman tersebut.
Dimana paket pengiriman JNE REG15, yakni paket Reguler JNE, paling usang diterima oleh pelanggan 4 hari semenjak paket dikirimkan.
Lihat: Cara Membuat dan Mengurus Izin Mendirikan Bangunan - IMB
Namun hingga ketika ini, sudah melebihi waktu 1 minggu, saya belum juga mendapatkan paket yang telah dikirim semenjak tanggal 12 Desember 2018 lalu.
Memang kesalahan ini terletak pada kurir atau perusahaan jasa pengiriman tersebut, maka seharunya saya tidak menanyakan produk yang saya beli tersebut kepada penjual.
Karena intinya baik penjual maupun pembeli sama-sama tidak mengetahuinya dimana keberadaan paket tersebut.
Pihak JNE lah yang harus bertanggungjawab 100% atas pengiriman, sehingga akan lebih efektif dan menghemat waktu, jikalau saya pribadi menanyakannya kepada JNE.
Akan tetapi, untuk menghubungi pihak JNE, dan melaksanakan komplain atau menciptakan pengaduan perihal ketidakjelasan status paket yang telah dikirim, ternyata tidak semudah yang di iklankan oleh pihak JNE.
Langkah Pertama Sebelum Melakukan Komplain dan Membuat Pengaduan ke JNE
JNE memang telah memperlihatkan beberapa informasi di situr resmi mereka, termasuk cara mengecek kiriman JNE hingga mana dengan memakai layanan tracking paket, atau cek resi dan melihat status paket yang dikirim.
Untuk mengetahui cara mengecek kiriman JNE hingga mana, kita sanggup memakai tracking nomor resi di www.jne.co.id
Nomor resi dari pengirim itu sendiri niscaya ada ketika kita membeli barang secara online melalui olshop ibarat tokopedia, bukalapak, blibli, dan yang lainnya.
Nomor resi pengiriman paket JNE inilah yang kita dipakai untuk pelacakan posisi barang yang telah kita beli.
Berikut pola hasil tracking nomor resi saya di JNE:
Dari hasil tracking resi tersebut kita sanggup mengetahui bahwa:
| Tracking JNE | |||
|---|---|---|---|
| Shipper | Consignee | ||
| 03 GUDANGLEATHER | Y*** H******O | ||
| DEPOK | JL JALUR II TAMPUK PINANG PURA | ||
| History | |||
|---|---|---|---|
| 12-12-2018 18:09 | SHIPMENT RECEIVED BY JNE COUNTER OFFICER AT [DEPOK] | ||
| 12-12-2018 18:28 | RECEIVED AT SORTING CENTER [DEPOK] | ||
| 12-12-2018 22:36 | SHIPMENT PICKED UP BY JNE COURIER [DEPOK] | ||
| 13-12-2018 01:24 | PROCESSED AT SORTING CENTER [DEPOK] | ||
| 13-12-2018 07:30 | DEPARTED FROM TRANSIT [GATEWAY JAKARTA] | ||
Permasalahannya adalah, bahwa dari tracking tersebut, terang bahwa paket saya nyangkut di Gateway Jakarta, per tanggal 13 Desember 2018, jam 07.30 WIB.
Melihat hasil tracking cek resi JNE tersebut memang terjadi masalah, mandeg, mentok, terlambat, telat, lalai, dan tidak profesional.
Lihat: Cara Tambah Daya Listrik PLN Secara Online dan Pembayarannya Via ATM BCA
Tidak ibarat yang mereka koar-koarkan perihal pelayanan yang mengutamakan kepuasan pelanggan, dan paket akan tetap hingga walaupun dikirim ke pelosok-pelosok desa.
Bahkan mereka berani memperlihatkan jaminan uang kembali apabila paket tidak hingga ibarat yang dijanjikan. Terutama untuk layanan pengiriman paket JNE YES (Yakin Esok Sampai).
Paket saya telah melebihi waktu estimasi pengiriman yang seharusnya, yakni selama 4 hari, dan hingga satu ahad lebih barang saya belum juga sampai.
Karena itu, saya pun berencana untuk menciptakan pengaduan kepada JNE.
Saya pun mencari-cari bagaimana cara komplain ke JNE untuk kejelasan paket saya yang hingga ketika ini belum saya terima, bahkan belum hingga sama sekali di kota saya, namun masih nyangkut di Jakarta.
Mengapa saya komplain kepada pihak JNE yakni lantaran problem pengiriman paket hingga hingga ke alamat tujuan yakni 100% tanggung jawab JNE, bukan penjual.
Cara Komplain dan Membuat Pengaduan ke JNE
1. Komplain atau Melakukan Pengaduan ke JNE via Telepon

Pihak JNE telah menyediakan layanan kostumer service via telepon, yakni di nomor telepon:
Telepon JNE Pusat Jakarta: (021) 2927 8888
Jika ternyata dari hasil tracking resi JNE paket tersebut telah hingga di kota tujuan, namun belum dikirim ke alamat penerima, maka kita sanggup menghubungi JNE cabang kota tersebut, melalui telepon layanan/ kostumer services JNE Cabang.
Cara ini belum saya coba, lantaran untuk menghubungi JNE via telepon ini, setidaknya saya harus menghabiskan pulsa telepon seluler saya hingga 30ribu.
Karena itu, cara komplain atau pengaduan ke JNE via telepon ini belum saya lakukan.
2. Komplain atau Melakukan Pengaduan ke JNE via ASK JONI

Ketika saya mencoba untuk komplain ke JNE via ASK JONI, disana saya mengisi formulir pengaduan, yakni mengisi NAMA, EMAIL, TELEPON, MEMILIH SUBJEK Komplain ke JNE, dan PESAN untuk JNE.
Saya telah mengisi semua kolom tersebut dengan benar, dan mengirim pesan yang isinya perihal keluhan-keluhan saya, dan tidak lupa pula saya sertakan nomor resi pengiriman paket REG15 JNE saya.
Ketika saya mencoba untuk mengklik tombol kirim, ternyata terdapat pesan error, yang bunyinya menyatakan bahwa saya tidak mengisi captcha, atau captcha tidak sesuai.

Padahal, pada ketika mengisi data-data sebelum dikirim, tidak pernah ada perintah untuk mengisi captcha, sehingga saya pun tidak sanggup menghubungi pihak JNE untuk melaksanakan komplain melalui layanan ask Joni ini.
3. Komplain atau Melakukan Pengaduan ke JNE via email

Selanjutnya yakni saya komplain atau menciptakan pengaduan melalui email: customercare@jne.co.id.
Lihat: Cara Menghitung Pajak Bumi dan Bangunan
Saya komplain kepada pihak JNE dengan mengirimkan email dengan memperlihatkan data-data yang lengkap, seperti:
- Memberikan Nomor Resi, dan Meminta untuk di cek perihal status paket.
- Memberikan Nama lengkap Penerima
- Memberikan Alamat lengkap penerima
- Menyertakan Nomor HP Penerima.
- Memberikan Nama Lengkap Pengirim
Yang isinya ibarat yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini.

Melalui situs resmi JNE, pihak JNE akan membalas email kita dalam waktu 1 hingga 2 jam, akan tetapi hingga ketika ini email yang telah saya kirim dua kali kepada JNE tidak pernah dibalas.
4. Komplain dan Melakukan Pengaduan Langsung Ke Kantor JNE

Kita juga sanggup pribadi tiba ke kantor cabang dikota Anda.
Untuk komplain atau menciptakan pengaduan dengan tiba pribadi ke kantor cabang JNE, sudah pernah saya lakukan, untuk pengiriman paket saya yang lain.
Dan saya hanya mendapatkan jawaban bahwa, paket masih tertahan di kota pengirim, atau di Jakarta.
Serta jawaban klise ibarat "kami tidak sanggup memperlihatkan informasi lebih lanjut, semua informasi perihal status paket lebih jelasnya tanyakan pribadi ke kantor sentra JNE".
Karena itu, saya tidak melaksanakan komplain ke JNE dengan mendatangi kantor cabangnya. Selain tempatnya jauh dari rumah, saya juga tidak mempunyai waktu untuk pergi kesana.
Dan yang menjadi alasan mengapa saya lebih menentukan belanja secara online yakni lantaran keterbatasan waktu yang saya miliki.
5. Komplain dan Membuat Pengaduan ke JNE via Akun Sosial Media JNE Express

Putus asa, kesannya saya mencoba untuk menghubungi dan melaksanakan komplain serta menciptakan pengaduan kepada JNE via akun-akun sosial media JNE Express.
Pertama saya mentweet keluhan dan komplain saya dengan memantion akun twitter JNE, yakni @JNE_ID, dan hingga ketika ini tweet saya tidak pernah dibalas.
Selanjutnya yakni saya mengirimkan pesan melalui akun sosial media Facebook JNE, yakni facebook: JNE, dan hanya melalui akun facebook JNE inilah saya mendapatkan balasan.
Walaupun balasannya saya terima dalam waktu 24 jam lamanya.
Dan jawaban yang saya terimapun hanya menyatakan bahwa paket saya belum hingga di kota tujuan, gres hingga Jakarta, yaitu informasi yang sama yang ditampilkan oleh aplikasi tracking resi JNE, bukan perihal informasi yang saya butuhkan.
Yakni mengenai mengapa paket saya belum hingga hingga ketika ini, hingga satu ahad lebih.
Jika hanya memberikan informasi perihal hingga dimana status paket, saya rasa tidak harus repot-repot mencari cara bagaimana menghubungi dan melaksanakan komplain kepada JNE.
Terakhir yakni melalui akun Instagram JNE,yakni di @JNE_ID. Untuk akun sosial media instagram ini, saya tidak mengirimkan komplain ataupun pengaduan.
Saya sendiri telah memakai cara komplain ke JNE melalui ask Joni, email, akun media umum JNE.
Namun hanya melalui akun media umum Facebook JNE lah saya mendapatkan jawaban. Itupun sehabis menunggu 24 jam, dan jawaban yang diterimapun sama dengan apa yang ditampilkan didalam hasil tracking nomor resi.
Dari pengalaman yang kurang mengenakkan memakai jasa pengiriman JNE ini, satu hal yang harus menjadi perhatian kita, yakni menyiapkan data-data yang diperlukan.
Karena ketika kita akan komplain ke JNE kita harus menyiapkan data Nama Penerima, Nama Pengirim, Alamat tujuan, no tlp/ HP, dan juga informasi mengenai isi/ barang apa yang ada didalam paket yang kita kirim.
Selanjutnya lantaran hingga hari ini paket saya belum juga sampai, dan masih distatus tracking nomor resi yang sama, nyangkut di Gateway Jakarta.
Selebihnya saya tidak tau lagi harus komplain dan mengadu kemana. Akhirnya saya hanya sanggup pasrah, mungkin belum rezeki saja.
Lihat: Cara Menghitung Pajak Kendaraan Bermotor - PKB
Akan tetapi, permasalahannya yakni bukan perihal kecil atau besarnya kerugian yang saya alami, namun perihal janji-janji dari pihak JNE sendiri yang katanya akan memperlihatkan pelayanan terbaik pada pelanggannya.
Buktinya, ketika saya mengalami problem perihal pengiriman paket saya yang tidak sampai-sampai dan nyangkut di suatu tempat, untuk menghubungi pihak JNE saja sangat susah.
Jangan harap mereka akan menjawab semua keluhan kita dengan cepat, dan lengkap.
Jikapun ada jawaban, hanyalah jawaban formalitas, yang tidak memperlihatkan informasi apapun.
Karena itu, jikalau memang tidak ada lagi jasa pengiriman yang lain, dan hanya JNE lah yang sanggup melayani jasa pengiriman untuk hingga ke desa-desa dimana Anda tinggal, maka ada beberapa tips yang sanggup saya berikan untuk Anda.
Tips Menghindari Masalah Menggunakan Layanan JNE
Packing barang jangan terlalu kecil
Walaupun barang yang akan Anda kirim bentuk atau ukurannya kecil, sedapat mungkin hindari untuk memaketnya atau mempackingnya dengan ukuran kecil juga.
Hal ini untuk menghindari paket Anda hilang lantaran terselip oleh paket-paket yang lain yang ukurannya besar-besar.
Sebab yang memakai layanan pengiriman paket JNE itu ribuan, dan barang yang tersimpan digudang merekapun jumlahnya sudah niscaya ribuan juga.
Alamat yang jelas
Selanjutnya yakni memperlihatkan alamat yang sangat lengkap dan jelas.
Walaupun Anda telah menyertakan nomor telepon/ HP akseptor ketika Anda mengirimkan paket, namun untuk menghindari tidak sampainya paket ketempat tujuan, ada baiknya Anda mengisi alamat akseptor dengan terang dan lengkap.
Jangan lupa untuk menyertai RT/ RW nya, Kelurahannya serta isyarat posnya, yang niscaya yakni nomor rumahnya, kecamatannya hingga pada kota dan propinsinya.
Bila perlu Anda sanggup memakai keterangan sebagai patokan, misalnya:
Jl. JNE cek ongkir Gang. JNE Balikpapan, JT Reg No 212 RT.RW 01/01 Kel. Live Chat JNE Kec. Paket JNE Belum Datang (samping Kantor JNE Balikpapan, belakang masjid Al-Aziz, Rumah Gubuk. Jika tidak ada orang titip tetangga sebelah an. Joni)
Apabila alamatnya lengkap ibarat itu, kurir JNE pun akan gampang untuk mencari dan menemukan alamat kita, lantaran kurir pun manusia, yang tidak luput dari lupa dan khilaf, serta mereka juga dikejar-kejar oleh target.
Kesimpulan Pengalaman Menggunakan Jasa Pengiriman Paket JNE
Jika Anda sama ibarat saya, yang lebih suka berbelanja secara online ketimbang belanja secara konvensional, jadilah pembeli yang bijak.
Ketika Anda berbelanja online ditoko-toko atau situs-situs belanja online yang terpercaya semacam toped, blibli dan sebagainya, jangan dulu marah-marah atau mewaspadai penjualnya.

Status pemesanan di situs jual beli dengan keterangan barang telah dikirim, maka hal itu telah menjadi kewajiban jasa pengiriman barang.
Kaprikornus 100% tanggung jawabnya ada dipihak pihak ekspedisi dalam hal ini JNE.
Lihat: Standar Prosedur Pengeluaran Paket Kiriman Melalui POS atau EMS
Sedangkan untuk pihak kurir pengiriman barang ibarat JNE ini, ada baiknya mereka mempelajari lagi mengenai Undang-undang santunan konsumen.
Karena pelaku perjuangan sanggup dikenakan hukuman pidana sesuai dengan pasal 61 s.d. pasal 63, dengan bahaya pidana paling usang 5 tahun dan denda 2 miliar.
Serta eksekusi komplemen berupa perampasan barang tertentu, pengumuman putusan hakim, pembayaran ganti rugi, perintah penghentian acara tertentu yang menimbulkan timbulnya kerugian konsumen, kewajiban penarikan barang dari peredaran, hingga pada pencabutan izin usahanya.
Selain itu, konsumen juga sanggup melaksanakan tuntutan secara perdata meminta pertanggungjawaban dan ganti rugi dari pelaku usaha, dalam hal ini JNE. Sumber https://www.awambicara.id/