Berkat Helio P60 Sekarang Mediatek Terselamatkan Dari Warta Panas!
Menyambut awal tahun 2019, melihat semakin gencarnya para produsen smartphone dalam merebut 3 segmen pasar (rendah, menengah, hingga atas), nampaknya perusahaan chipset mobile pun tak akan luput dari persaingan yang akan berlangsung sengit di tahun ini.
Hal itu, akan nampak terperinci dari 2 perusahaan chipset mobile yang namanya sudah sangat kita kenal dalam jagat smartphone dikala ini, yakni Qualcomm dan Mediatek.
Membicarakan atau bahkan mendebatkan antara dua brand chipset diatas memang sangat seru dan tak akan pernah sepi sejalan dengan tingginya tingkat penjualan smarthpone dari tahun ke tahun.
Tak sanggup kita pungkiri jikalau memang Qualcomm selalu selangkah lebih maju dari kompetitornya Mediatek, hal itu masuk akal mengingat Qualcomm menginjak garis start terlebih dahulu jikalau dibandingkan dengan Mediatek yang terpaut waktu beberapa tahun.
Namun, aku tidak akan terlalu masuk ke dalam sejarah pendirian kedua perusahaan chipset diatas, melainkan hanya akan meluangkan waktu sebentar untuk menyebarkan pengalaman mengenai chipset dari Mediatek yang selama ini selalu saja diisukan panas oleh sebagian besar orang, tanpa mau tahu perkembangannya secara lebih detail hingga dikala ini, dan alhasi hanya menggiring opini negatif secara mutlak jikalau ada ponsel yang memakai mediatek sebagai sektor dapur pacunya.
Saya disini akan berbicara seobjektif mungkin, untuk menghindari kesalahpahaman pembaca atau bahkan penggiringan opini negatif tanpa adanya data dan bukti untuk membenarkan pengalaman aku nanti.
Disini aku akan menekankan pada 5 parameter yang sangat besar lengan berkuasa terhadap panasnya suhu pada SoC dan tingkat kemampuannya dalam menjalankan aplikasi dan game pada ponsel, baik itu dari segi grafik maupun performa secara keseluruhan.
1. Fabrikasi
Yang pertama yaitu mengenai fabrikasi pada SoC, sebelumnya apakan kalian tahu apa arti dari fabrikasi itu sendiri? jikalau belum, mari kita pahami pelan-pelan penjelasannya berikut ini.
Fabrikasi yaitu teknologi dalam pembuatan microchip. Teknologi yang dimaksud yaitu teknologi untuk membuat transistor dengan ukuran yang sangat kecil. Apa hubungannya transistor dengan SoC? SoC disusun atas banyak transistor.
Zaman kini transistor yang dipasang berorde nm. Lalu apa efeknya dari transistor? efeknya banyak sekali, mulai dari performa, konsumsi baterai hingga ukuran Chipset itu sendiri.
Logikanya begini:
Nah untuk performa mungkin pengembangan dari parameter yang akan dibahas di bawah nanti, dengan besar transistor yang berbeda (yg satu fabrikasi ukuran kecil dan besar) serta konsumsi daya yang berbeda (yang satu ekonomis dan yang satu boros) maka desainer microchip akan lebih menentukan chipset dengan fabrikasi kecil sehingga mereka akan menaikkan performa dari chipset tersebut.
Kenapa tidak memakai chipset fabrikasi besar? jikalau memakai chipset fabrikasi besar ketika performa dinaikkan, maka konsumsi baterai juga akan boros, jikalau konsumsi boros maka disipasi daya akan makin besar. Merembet lagi, disipasi daya besar malah chipset akan cepat panas.
Fabrikasi yaitu teknologi dalam pembuatan microchip. Teknologi yang dimaksud yaitu teknologi untuk membuat transistor dengan ukuran yang sangat kecil. Apa hubungannya transistor dengan SoC? SoC disusun atas banyak transistor.
Zaman kini transistor yang dipasang berorde nm. Lalu apa efeknya dari transistor? efeknya banyak sekali, mulai dari performa, konsumsi baterai hingga ukuran Chipset itu sendiri.
Logikanya begini:
- makin besar transistor yang dipakai, maka membutuhkan daya yang besar biar bisa bekerja
- makin besar transistor yang digunakan dimensi dari chipset juga akan semakin besar
- makin besar transistor, maka disipasi daya akan lebih besar.
Nah untuk performa mungkin pengembangan dari parameter yang akan dibahas di bawah nanti, dengan besar transistor yang berbeda (yg satu fabrikasi ukuran kecil dan besar) serta konsumsi daya yang berbeda (yang satu ekonomis dan yang satu boros) maka desainer microchip akan lebih menentukan chipset dengan fabrikasi kecil sehingga mereka akan menaikkan performa dari chipset tersebut.
Kenapa tidak memakai chipset fabrikasi besar? jikalau memakai chipset fabrikasi besar ketika performa dinaikkan, maka konsumsi baterai juga akan boros, jikalau konsumsi boros maka disipasi daya akan makin besar. Merembet lagi, disipasi daya besar malah chipset akan cepat panas.
2. Arsitektur
Arsitektur merupakan konfigurasi penyusunan komponen sehingga menjadi satu kesatuan IC. Ada 2 jenis arsitektur yang umum dipakai, yakni ARM dan x86.
3. Clockspeed
Parameter clockspeed memang untuk bab CPU. Namun alasannya yaitu CPU merupakan bab dari Chipset maka parameter ini menghipnotis performa dari chipset itu sendiri. Clockspeed itu sendiri berarti kecepatan dari CPU.
Sekarang orde satuannya sudah hingga Ghz(awal-awal smartphone masih MHz). Apa maksud dari satuan Hz? contoh, jikalau clockspeednya 1Hz maka artinya dalam 1 detik sudah terjadi 1 getaran atau gelombang. Siapa yang menghasilkan? tentu, CPU itu sendiri. Nah jikalau clockspeednya 1Ghz?? maka CPU akan menghasilkan getaran atau gelombang 1.000.000.000 Hz dalam 1 detik.
Arsitektur merupakan konfigurasi penyusunan komponen sehingga menjadi satu kesatuan IC. Ada 2 jenis arsitektur yang umum dipakai, yakni ARM dan x86.
3. Clockspeed
Parameter clockspeed memang untuk bab CPU. Namun alasannya yaitu CPU merupakan bab dari Chipset maka parameter ini menghipnotis performa dari chipset itu sendiri. Clockspeed itu sendiri berarti kecepatan dari CPU.
Sekarang orde satuannya sudah hingga Ghz(awal-awal smartphone masih MHz). Apa maksud dari satuan Hz? contoh, jikalau clockspeednya 1Hz maka artinya dalam 1 detik sudah terjadi 1 getaran atau gelombang. Siapa yang menghasilkan? tentu, CPU itu sendiri. Nah jikalau clockspeednya 1Ghz?? maka CPU akan menghasilkan getaran atau gelombang 1.000.000.000 Hz dalam 1 detik.
4. GPU
Selanjutnya yaitu komponen yang mempunyai fungsi sangat vital pada soc, yakni GPU. Unit yang mempunyai kepanjangan Graphic Processing Unit ini berfungsi sebagai pengolah grafis biar sanggup ditampilkan ke layar smartphone dari beberapa data yang telah diproses.
Apa saja yang diproses oleh GPU? yang utama atau yang niscaya yaitu UI (User Interface). UI merupakan hasil terjemahan dari banyak kode aktivitas yang berjalan sehingga pengguna smartphone tidak perlu melihat kode-kode aktivitas dikala dihukum namun cukup melihat hasil dari kode aktivitas tersebut. Selain memproses UI, GPU juga memproses file gambar, video, animasi dan juga game.
5. Core
Yang terakhir yaitu Core, yakni jumlah inti dari CPU. Era kini sebuah CPU untuk chipset mobile sanggup dibentuk hingga 10 core dalam 1 CPU. Nah apa fungsi CPU ini? yaitu untuk "ruangan" memproses data. Sementara Thread yaitu jalur data yang sanggup diproses oleh CPU. Minimal ada 1 thread pada 1core, kadang ada yang bisa 2 thread.
Nah, kalau komputasi yaitu jumlah paket data dalam 1 instruksi, yang sering mengacu pada istilah processor 32Bit dan 64Bit. Sedangkan apa maksud dari 32 atau 64 bit itu sendiri?
Sebagai contoh, misalkan 1 kode berisi 32bit, dan 1bit berisi 1 nilai yaitu 1 atau 0(salah satu). Sehingga 1 kode berisi konfigurasi dari angka 1 atau 0 yang berjumlah 32. Nah jikalau CPU 32bit, maka dalam 1instruksi sanggup memproses 32bit data. Akan makin cepat bila CPU tersebut bisa memproses 64bit.
Hubungan Thread dengan Core yaitu Thread merupakan bab dari Core. ibaratnya Core ruangannya, kemudian Thread yaitu loket untuk pembayaran. Maka data yaitu orang yang antri di loket. Jika loket banyak maka orang-orang akan makin banyak yang terlayani sehingga pekerjaan cepat selesai.
Sejauh ini, apakah sudah sanggup dipahami? jikalau belum maka silahkan teman-teman baca lagi hingga benar-benar paham.
Nah, kini kita kembali ke pembahasan utama yakni terkait isu panas yang terdapat pada processor Mediatek.
Sebagai gambaran, berikut ini yaitu spesifikasi dari chipset Mediatek Helio P60
CPU : 4x ARM Cortex A53, 2 GHz – 2x Cortex A73 2 GHz – 12 nm, 64 bit
GPU : Mali G72 MP3
Kamera : Dual Kamera, maksimal 20 + 16 MP & Single Kamera, maksimal 32 MP
Video : HDR real-time
Display : Full HD+ 20:9
Konektivitas : Wi-Fi 802.11ac, Bluetooth 4.2, LTE Cat.7 Download, Cat.13 2CA Upload
RAM : Maksimal 8 GB, dual-channel LPDDR4X at 1800 MHz
eMMC 5.1 / UFS 2.1 internal storage
Baterai : Fast battery charging
Dan beberapa ponsel yang telah memakai chipset ini diantaranya;
Sumber https://www.tagarnuansa.com/
Apa saja yang diproses oleh GPU? yang utama atau yang niscaya yaitu UI (User Interface). UI merupakan hasil terjemahan dari banyak kode aktivitas yang berjalan sehingga pengguna smartphone tidak perlu melihat kode-kode aktivitas dikala dihukum namun cukup melihat hasil dari kode aktivitas tersebut. Selain memproses UI, GPU juga memproses file gambar, video, animasi dan juga game.
5. Core
Yang terakhir yaitu Core, yakni jumlah inti dari CPU. Era kini sebuah CPU untuk chipset mobile sanggup dibentuk hingga 10 core dalam 1 CPU. Nah apa fungsi CPU ini? yaitu untuk "ruangan" memproses data. Sementara Thread yaitu jalur data yang sanggup diproses oleh CPU. Minimal ada 1 thread pada 1core, kadang ada yang bisa 2 thread.
Nah, kalau komputasi yaitu jumlah paket data dalam 1 instruksi, yang sering mengacu pada istilah processor 32Bit dan 64Bit. Sedangkan apa maksud dari 32 atau 64 bit itu sendiri?
Sebagai contoh, misalkan 1 kode berisi 32bit, dan 1bit berisi 1 nilai yaitu 1 atau 0(salah satu). Sehingga 1 kode berisi konfigurasi dari angka 1 atau 0 yang berjumlah 32. Nah jikalau CPU 32bit, maka dalam 1instruksi sanggup memproses 32bit data. Akan makin cepat bila CPU tersebut bisa memproses 64bit.
Hubungan Thread dengan Core yaitu Thread merupakan bab dari Core. ibaratnya Core ruangannya, kemudian Thread yaitu loket untuk pembayaran. Maka data yaitu orang yang antri di loket. Jika loket banyak maka orang-orang akan makin banyak yang terlayani sehingga pekerjaan cepat selesai.
Sejauh ini, apakah sudah sanggup dipahami? jikalau belum maka silahkan teman-teman baca lagi hingga benar-benar paham.
Nah, kini kita kembali ke pembahasan utama yakni terkait isu panas yang terdapat pada processor Mediatek.
Sebagai gambaran, berikut ini yaitu spesifikasi dari chipset Mediatek Helio P60
CPU : 4x ARM Cortex A53, 2 GHz – 2x Cortex A73 2 GHz – 12 nm, 64 bit
GPU : Mali G72 MP3
Kamera : Dual Kamera, maksimal 20 + 16 MP & Single Kamera, maksimal 32 MP
Video : HDR real-time
Display : Full HD+ 20:9
Konektivitas : Wi-Fi 802.11ac, Bluetooth 4.2, LTE Cat.7 Download, Cat.13 2CA Upload
RAM : Maksimal 8 GB, dual-channel LPDDR4X at 1800 MHz
eMMC 5.1 / UFS 2.1 internal storage
Baterai : Fast battery charging
Dan beberapa ponsel yang telah memakai chipset ini diantaranya;
- Nokia (X5) 5.1 Plus
- Realme 1
- Oppo F9
- Vivo Y97
- Panasonic Eluga F1
Selain beberapa pola diatas, tentu masih banyak lagi ponsel-ponsel yang mengusung chipset Mediatek Helio p60.
Dan jujur sehabis aku mencoba sebagian besar dari daftar ponsel yang aku telah sebutkan diatas, rata-rata semuanya sanggup menjalankan tugas-tugas berat dengan sangat mulus, baik itu untuk multitasking maupun nge-game dengan durasi yang cukup lama.
Dan untuk urusan konsumsi baterai aku rasa Helio P60 ini sudah sangat irit, hal ini berkat fabrikasi 12nmnya, serta untuk isu panas sekali lagi aku tekankan bahwa Helio P60 sudah tidak mempunyai suhu berlebihan dikala mengoperasikan tugas-tugas berat.
Hal lain yang membuat chipset ini cukup patut diperhitungkan yaitu bahwa skor antutu yang dihasilkan bahkan berada diatas rivalnya Snapdragon 636, hal ini mungkin sanggup menjadi problem bagi sebagian konsumen untuk menentukan pilihannya diantara kedua produk tersebut.
Sebagai perhiasan aku sarankan kau untuk melihat review-review di youtube jikalau masih ragu jikalau Mediatek Helio P60 sudah sangat anggun dikelasnya bahkan sanggup di sandingkan dengan Qualcomm Snapdragon 660.
Hal lain yang membuat chipset ini cukup patut diperhitungkan yaitu bahwa skor antutu yang dihasilkan bahkan berada diatas rivalnya Snapdragon 636, hal ini mungkin sanggup menjadi problem bagi sebagian konsumen untuk menentukan pilihannya diantara kedua produk tersebut.
Sebagai perhiasan aku sarankan kau untuk melihat review-review di youtube jikalau masih ragu jikalau Mediatek Helio P60 sudah sangat anggun dikelasnya bahkan sanggup di sandingkan dengan Qualcomm Snapdragon 660.
