Sejarah Dan Perkembangan Hari Buruh Serta Efek Yang Terjadi
Apa kalian tahu apa itu Hari Buruh? dan bagaimana proses awal terjadinya sehingga harus diadakan yang namanya hari buruh, apa dampaknya bagi mereka secara eksklusif maupun tidak langsung, apakah membawa dampak-dampak tertentu yang sanggup meningkatkan kesejahteraan bagi para buruh itu sendiri? atau justru membawa dampak-dampak yang tidak diinginkan?
Nah, dikesempatan kali ini saya ingin menjelaskan ihwal sejarah hari buruh serta perkembangannya dari waktu ke waktu, serta dampak-dampak yang terjadi setelah hari buruh itu berlangsung setiap satu kali dalam setahun yang sudah berjalan cukup lama.
Pada tanggal 1 Mei tahun 1886, sekitar 400.000 buruh di Amerika Serikat mengadakan demonstrasi besar-besaran untuk menuntut pengurangan jam kerja mereka menjadi 8 jam sehari. Aksi ini berlangsung selama 4 hari semenjak tanggal 1 Mei.
Sejarah dan Perkembangan Hari Buruh Serta Pengaruh Yang Terjadi
Hari Buruh pada umumnya dirayakan pada tanggal 1 Mei, dan dikenal dengan sebutan May Day. Hari buruh ini yakni sebuah hari libur (di beberapa negara termasuk di Indonesia) tahunan yang berawal dari usaha gerakan serikat buruh untuk merayakan keberhasilan ekonomi dan sosial para buruh.
Sejarah Hari Buruh Dunia
Hari Buruh lahir dari aneka macam rentetan usaha kelas pekerja untuk meraih kendali ekonomi-politis hak-hak industrial. Perkembangan kapitalisme industri di awal masa 19 pertanda perubahan drastis ekonomi-politik, terutama di negara-negara kapitalis di Eropa Barat dan Amerika Serikat.
Pengetatan disiplin dan pengintensifan jam kerja, minimnya upah, dan buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik, melahirkan perlawanan dari kalangan kelas pekerja.
Sejarah Hari Buruh Dunia
Hari Buruh lahir dari aneka macam rentetan usaha kelas pekerja untuk meraih kendali ekonomi-politis hak-hak industrial. Perkembangan kapitalisme industri di awal masa 19 pertanda perubahan drastis ekonomi-politik, terutama di negara-negara kapitalis di Eropa Barat dan Amerika Serikat.
Pengetatan disiplin dan pengintensifan jam kerja, minimnya upah, dan buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik, melahirkan perlawanan dari kalangan kelas pekerja.
Pemogokan pertama kelas pekerja Amerika Serikat terjadi pada tahun 1806 oleh pekerja Cordwainers. Pemogokan ini membawa para pengorganisirnya ke meja pengadilan dan juga mengangkat fakta bahwa kelas pekerja di era tersebut bekerja dari 19 hingga 20 jam seharinya.
Sejak ketika itu, usaha untuk menuntut direduksinya (pengurangan) jam kerja menjadi agenda bersama kelas pekerja di Amerika Serikat.
Sejak ketika itu, usaha untuk menuntut direduksinya (pengurangan) jam kerja menjadi agenda bersama kelas pekerja di Amerika Serikat.
Ada dua orang yang dianggap telah menyumbangkan gagasan untuk menghormati para pekerja, Peter McGuire dan Matthew Maguire, seorang pekerja mesin dari Paterson, New Jersey. Pada tahun 1872, McGuire dan 100.000 pekerja melaksanakan agresi mogok untuk menuntut pengurangan jam kerja.
McGuire kemudian melanjutkan dengan berbicara pada para pekerja dan para pengangguran, melobi pemerintah kota untuk menyediakan pekerjaan dan uang lembur. McGuire menjadi populer dengan sebutan "pengganggu ketenangan masyarakat".
McGuire kemudian melanjutkan dengan berbicara pada para pekerja dan para pengangguran, melobi pemerintah kota untuk menyediakan pekerjaan dan uang lembur. McGuire menjadi populer dengan sebutan "pengganggu ketenangan masyarakat".
Pada tahun 1881, McGuire pindah ke St. Louis, Missouri dan memulai untuk mengorganisasi para tukang kayu. Akhirnya didirikanlah sebuah persatuan yang terdiri atas tukang kayu di Chicago, dengan McGuire sebagai Sekretaris Umum dari "United Brotherhood of Carpenters and Joiners of America".
Ide untuk mengorganisasikan pekerja berdasarkan bidang keahlian mereka kemudian merebak ke seluruh negara. McGuire dan para pekerja di kota-kota lain merencanakan hari libur untuk Para pekerja di setiap Senin Pertama Bulan September di antara Hari Kemerdekaan dan hari Pengucapan Syukur.
Ide untuk mengorganisasikan pekerja berdasarkan bidang keahlian mereka kemudian merebak ke seluruh negara. McGuire dan para pekerja di kota-kota lain merencanakan hari libur untuk Para pekerja di setiap Senin Pertama Bulan September di antara Hari Kemerdekaan dan hari Pengucapan Syukur.
Pada tanggal 5 September 1882, parade Hari Buruh pertama diadakan di kota New York dengan akseptor 20.000 orang yang membawa spanduk bertulisan 8 jam kerja, 8 jam istirahat, 8 jam rekreasi.
Maguire dan McGuire memainkan kiprah penting dalam menyelenggarakan parade ini. Dalam tahun-tahun berikutnya, gagasan ini menyebar dan semua negara cuilan merayakannya.
Maguire dan McGuire memainkan kiprah penting dalam menyelenggarakan parade ini. Dalam tahun-tahun berikutnya, gagasan ini menyebar dan semua negara cuilan merayakannya.
Pada 1887, Oregon menjadi negara cuilan pertama yang menjadikannya hari libur umum. Pada 1894. Presider Grover Cleveland menandatangani sebuah undang-undang yang menimbulkan ahad pertama bulan September hari libur umum resmi nasional.
Kongres Internasional Pertama diselenggarakan pada September 1866 di Jenewa, Swiss, dihadiri aneka macam elemen organisasi pekerja belahan dunia.
Kongres ini memutuskan sebuah tuntutan mereduksi jam kerja menjadi delapan jam sehari, yang sebelumnya (masih pada tahun sama) telah dilakukan National Labour Union di AS: Sebagaimana batasan-batasan ini mewakili tuntutan umum kelas pekerja Amerika Serikat, maka kongres mengubah tuntutan ini menjadi landasan umum kelas pekerja seluruh dunia.
Kongres ini memutuskan sebuah tuntutan mereduksi jam kerja menjadi delapan jam sehari, yang sebelumnya (masih pada tahun sama) telah dilakukan National Labour Union di AS: Sebagaimana batasan-batasan ini mewakili tuntutan umum kelas pekerja Amerika Serikat, maka kongres mengubah tuntutan ini menjadi landasan umum kelas pekerja seluruh dunia.
1 Mei ditetapkan sebagai hari usaha kelas pekerja dunia pada Kongres 1886 oleh Federation of Organized Trades and Labor Unions untuk, selain memperlihatkan momen tuntutan delapan jam sehari, memperlihatkan semangat gres usaha kelas pekerja yang mencapai titik masif di era tersebut.
Tanggal 1 Mei dipilih lantaran pada 1884 Federation of Organized Trades and Labor Unions, yang terinspirasi oleh kesuksesan agresi buruh di Kanada 1872, menuntut delapan jam kerja di Amerika Serikat dan diberlakukan mulai 1 Mei 1886.
Tanggal 1 Mei dipilih lantaran pada 1884 Federation of Organized Trades and Labor Unions, yang terinspirasi oleh kesuksesan agresi buruh di Kanada 1872, menuntut delapan jam kerja di Amerika Serikat dan diberlakukan mulai 1 Mei 1886.
Peristiwa Haymarket
Peristiwa Haymarket, Polisi menembaki para demonstran disusul dengan perlawanan dari kaum buruh.
Pada tanggal 1 Mei tahun 1886, sekitar 400.000 buruh di Amerika Serikat mengadakan demonstrasi besar-besaran untuk menuntut pengurangan jam kerja mereka menjadi 8 jam sehari. Aksi ini berlangsung selama 4 hari semenjak tanggal 1 Mei.
Pada tanggal 4 Mei 1886. Para Demonstran melaksanakan pawai besar-besaran, Polisi Amerika kemudian menembaki para demonstran tersebut sehingga ratusan orang tewas dan para pemimpinnya ditangkap kemudian dieksekusi mati, para buruh yang meninggal dikenal sebagai martir. Sebelum insiden 1 Mei itu, di aneka macam negara, juga terjadi pemogokan-pemogokan buruh untuk menuntut perlakukan yang lebih adil dari para pemilik modal.
Kongres Sosialis Dunia
Pada bulan Juli 1889, Kongres Sosialis Dunia yang diselenggarakan di Paris memutuskan insiden di AS tanggal 1 Mei itu sebagai hari buruh sedunia dan mengeluarkan resolusi berisi:
Sebuah agresi internasional besar harus diorganisir pada satu hari tertentu dimana semua negara dan kota-kota pada waktu yang bersamaan, pada satu hari yang disepakati bersama, semua buruh menuntut semoga pemerintah secara legal mengurangi jam kerja menjadi 8 jam per hari, dan melaksanakan semua hasil Kongres Buruh Internasional Perancis.
Resolusi ini menerima sambutan yang hangat dari aneka macam negara dan semenjak tahun 1890, tanggal 1 Mei, yang diistilahkan dengan May Day, diperingati oleh kaum buruh di aneka macam negara, meskipun menerima tekanan keras dari pemerintah mereka.
Hari buruh di Indonesia
Ibarruri Aidit (putri sulung D.N. Aidit) sewaktu kecil bersama ibunya pernah menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional di Uni Sovyet, setelah remaja menghadiri pula peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 1970 di Lapangan Tian An Men RRC pada peringatan tersebut berdasarkan ia hadir juga Mao Zedong, Pangeran Sihanouk dengan istrinya Ratu Monique, Perdana Menteri Kamboja Pennut, Lin Biao (orang kedua Partai Komunis Tiongkok) dan pemimpin Partai Komunis Birma Thaksin B Tan Tein.
Tapi semenjak masa pemerintahan Orde Baru hari Buruh tidak lagi diperingati di Indonesia, dan semenjak itu, 1 Mei bukan lagi merupakan hari libur untuk memperingati peranan buruh dalam masyarakat dan ekonomi.
Ini disebabkan lantaran gerakan buruh dihubungkan dengan gerakan dan paham komunis yang semenjak insiden G30S pada 1965 ditabukan di Indonesia.
Ini disebabkan lantaran gerakan buruh dihubungkan dengan gerakan dan paham komunis yang semenjak insiden G30S pada 1965 ditabukan di Indonesia.
Semasa Soeharto berkuasa, agresi untuk peringatan May Day masuk kategori acara subversif, lantaran May Day selalu dikonotasikan dengan ideologi komunis.
Konotasi ini terang tidak pas, lantaran dominan negara-negara di dunia ini (yang sebagian besar menganut ideologi nonkomunis, bahkan juga yang menganut prinsip antikomunis), memutuskan tanggal 1 Mei sebagai Labour Day dan menjadikannya sebagai hari libur nasional.
Konotasi ini terang tidak pas, lantaran dominan negara-negara di dunia ini (yang sebagian besar menganut ideologi nonkomunis, bahkan juga yang menganut prinsip antikomunis), memutuskan tanggal 1 Mei sebagai Labour Day dan menjadikannya sebagai hari libur nasional.
Setelah era Orde Baru berakhir, walaupun bukan hari libur, setiap tanggal 1 Mei kembali marak dirayakan oleh buruh di Indonesia dengan demonstrasi di aneka macam kota.
Kekhawatiran bahwa gerakan massa buruh yang dimobilisasi setiap tanggal 1 Mei membuahkan kerusuhan, ternyata tidak pernah terbukti. Sejak peringatan May Day tahun 1999 hingga 2006 tidak pernah ada tindakan destruktif yang dilakukan oleh gerakan massa buruh yang masuk kategori "membahayakan ketertiban umum".
Yang terjadi malahan tindakan represif pegawapemerintah keamanan terhadap kaum buruh, lantaran mereka masih berpedoman pada paradigma usang yang menganggap peringatan May Day yakni subversif dan didalangi gerakan komunis.
Yang terjadi malahan tindakan represif pegawapemerintah keamanan terhadap kaum buruh, lantaran mereka masih berpedoman pada paradigma usang yang menganggap peringatan May Day yakni subversif dan didalangi gerakan komunis.
Aksi May Day 2006 terjadi di aneka macam kota di Indonesia, ibarat di Jakarta, Lampung, Makassar, Malang, Surabaya, Medan, Denpasar, Bandung, Semarang, Samarinda, Manado, dan Batam.
Di Jakarta unjuk rasa puluhan ribu buruh terkonsentrasi di beberapa titik ibarat Bundaran HI dan Parkir Timur Senayan, dengan target utama yakni Gedung MPR/DPR di Jalan Gatot Subroto dan Istana Negara atau Istana Kepresidenan.
Selain itu, lebih dari 2.000 buruh juga beraksi di Kantor Wali Kota Jakarta Utara. Buruh yang tergabung dalam agresi di Jakarta tiba dari sejumlah tempat industri di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) yang tergabung dalam aneka macam serikat atau organisasi buruh.
Mereka menolak revisi Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 ihwal Ketenagakerjaan yang banyak merugikan kalangan buruh.
Selain itu, lebih dari 2.000 buruh juga beraksi di Kantor Wali Kota Jakarta Utara. Buruh yang tergabung dalam agresi di Jakarta tiba dari sejumlah tempat industri di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) yang tergabung dalam aneka macam serikat atau organisasi buruh.
Mereka menolak revisi Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 ihwal Ketenagakerjaan yang banyak merugikan kalangan buruh.
Pada tahun-tahun berikutnya, di Jakarta, ribuan buruh, mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan masyarakat turun ke jalan. Berbagai titik di Jakarta dipenuhi para pengunjuk rasa, ibarat Kawasan Istana Merdeka, Gedung MPR-DPR-DPD, Gedung Balai Kota dan DPRD DKI, Gedung Depnaker dan Disnaker DKI, serta Bundaran Hotel Indonesia.
Di Yogyakarta, ratusan mahasiswa dan buruh dari aneka macam elemen memenuhi Kota Yogyakarta. Simpang empat Tugu Yogya dijadikan titik awal pergerakan. Buruh dan mahasiswa berangkat dari titik simpul Tugu Yogya menuju depan Kantor Pos Yogyakarta.
Di Solo, agresi dimulai dari Perempatan Panggung yang dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju Bundaran Gladag sejauh 3 km untuk menggelar orasi kemudian berbelok menuju Balaikota Surakarta yang terletak beberapa ratus meter dari Gladag.
Aksi serupa juga digelar oleh dua ratusan buruh di Sukoharjo. Massa agresi tersebut mendatangi Kantor Bupati dan Kantor DPRD Sukoharjo.
Di Bandung, para buruh melaksanakan agresi di Gedung Sate dan bergerak menuju Polda Jawa Barat dan kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinaskertrans) Jawa Barat.
Di Serang, ruas jalan menuju Pandeglang, Banten, lumpuh semenjak pukul 10.00 WIB. Sekitar 10.000 buruh yang tumplek di depan Gedung DPRD Banten memblokir Jalan Palima.
Di Semarang, ribuan buruh berunjuk rasa secara bergelombang semenjak pukul 10.00 WIB. Mengambil start di depan Masjid Baiturrahman di Kawasan Simpang Lima, Kampus Undip Pleburan, dan Bundaran Air Mancur di Jalan Pahlawan, kemudian menuju gedung DPRD Jawa Tengah.
Sekitar 2 ribu buruh di kota Makassar mengawali aksinya dengan berkumpul di simpang Tol Reformasi. Dari tempat tersebut, mereka kemudian berjalan kaki menuju kantor Gubernur Sulsel Jl Urip Sumoharjo.
Di kota Palembang, agresi buruh dipusatkan di lapangan Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera).
Di Sidoarjo, ratusan buruh melaksanakan agresi di Gedung DPRD Sidoarjo, Jawa Timur.
Ribuan buruh di Pekalongan juga melaksanakan demo mengelilingi Kota Pekalongan. Aksi dimulai dari Alun-alun Pekauman Kota Pekalongan, melewati jalur pantura di Jalan Hayam Wuruk, dan berakhir di halaman Gedung DPRD Kota Pekalongan. Longmarch dilakukan sepanjang sekitar enam kilometer.
Di Medan, sekitar 5 ribu buruh mendatangi DPRD Sumut dan Pengadilan Negeri Medan.
Di Solo, agresi dimulai dari Perempatan Panggung yang dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju Bundaran Gladag sejauh 3 km untuk menggelar orasi kemudian berbelok menuju Balaikota Surakarta yang terletak beberapa ratus meter dari Gladag.
Aksi serupa juga digelar oleh dua ratusan buruh di Sukoharjo. Massa agresi tersebut mendatangi Kantor Bupati dan Kantor DPRD Sukoharjo.
Di Bandung, para buruh melaksanakan agresi di Gedung Sate dan bergerak menuju Polda Jawa Barat dan kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinaskertrans) Jawa Barat.
Di Serang, ruas jalan menuju Pandeglang, Banten, lumpuh semenjak pukul 10.00 WIB. Sekitar 10.000 buruh yang tumplek di depan Gedung DPRD Banten memblokir Jalan Palima.
Di Semarang, ribuan buruh berunjuk rasa secara bergelombang semenjak pukul 10.00 WIB. Mengambil start di depan Masjid Baiturrahman di Kawasan Simpang Lima, Kampus Undip Pleburan, dan Bundaran Air Mancur di Jalan Pahlawan, kemudian menuju gedung DPRD Jawa Tengah.
Sekitar 2 ribu buruh di kota Makassar mengawali aksinya dengan berkumpul di simpang Tol Reformasi. Dari tempat tersebut, mereka kemudian berjalan kaki menuju kantor Gubernur Sulsel Jl Urip Sumoharjo.
Di kota Palembang, agresi buruh dipusatkan di lapangan Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera).
Di Sidoarjo, ratusan buruh melaksanakan agresi di Gedung DPRD Sidoarjo, Jawa Timur.
Ribuan buruh di Pekalongan juga melaksanakan demo mengelilingi Kota Pekalongan. Aksi dimulai dari Alun-alun Pekauman Kota Pekalongan, melewati jalur pantura di Jalan Hayam Wuruk, dan berakhir di halaman Gedung DPRD Kota Pekalongan. Longmarch dilakukan sepanjang sekitar enam kilometer.
Di Medan, sekitar 5 ribu buruh mendatangi DPRD Sumut dan Pengadilan Negeri Medan.
Sekitar 20 ribu buruh melaksanakan agresi longmarch menuju Istana Negara pada peringatan May Day 2008 di Jakarta. Mereka berkumpul semenjak pukul 10 pagi di Bundaran Hotel Indonesia.
Sementara itu 187 pelopor Jaringan Anti Otoritarian dihadang dan ditangkap dengan tindakan represif oleh personel Polres Jakarta Selatan seusai demonstrasi di depan Wisma Bakrie, ketika hendak bergabung menuju bundaran HI. Di Depok, 5 truk rombongan buruh yang hendak menuju Jakarta ditahan personel Polres Depok.
Di Medan, polisi melarang agresi demonstrasi dengan alasan hari raya Kenaikan Isa Almasih. Aksi buruh di Yogyakarta juga dihadang Forum Anti Komunis Indonesia.
Di Medan, polisi melarang agresi demonstrasi dengan alasan hari raya Kenaikan Isa Almasih. Aksi buruh di Yogyakarta juga dihadang Forum Anti Komunis Indonesia.
Aksi ini dilakukan oleh aneka macam organisasi buruh yang tergabung Aliansi Buruh Menggugat dan Front Perjuangan Rakyat, serta diikuti aneka macam serikat buruh dan organisasi lain, ibarat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta, Buruh Putri Indonesia, Kesatuan Alinasi Serikat Buruh Independen (KASBI), Serikat Pekerja Carrefour Indonesia, Serikat Buruh Jabotabek (SBJ), komunitas waria, organ-organ mahasiswa dan lain sebagainya.
Belasan ribu buruh, pelopor dan mahasiswa dari aneka macam elemen dan organisasi memperingati Hari Buruh Sedunia dengan melaksanakan agresi longmarch dari Bundaran HI menuju Istana Negara, Jakarta.
Aksi ini tergabung dalam dua organisasi payung, Front Perjuangan Rakyat (FPR) dan Aliansi Buruh Menggugat (ABM). Ribuan buruh yang tergabung dalam ABM, tertahan dan dihadang oleh ratusan pegawapemerintah kepolisian sekitar 500 meter dari Istana.
Aksi ini tergabung dalam dua organisasi payung, Front Perjuangan Rakyat (FPR) dan Aliansi Buruh Menggugat (ABM). Ribuan buruh yang tergabung dalam ABM, tertahan dan dihadang oleh ratusan pegawapemerintah kepolisian sekitar 500 meter dari Istana.
Bertepatan dengan Hari Buruh Internasional, ribuan pengunjuk rasa melaksanakan unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat. Dari Bundaran HI, mereka kemudian bergerak ke depan Istana Negara.
Mereka menuntut akan jaminan sosial bagi buruh. Kalangan buruh menganggap penerapan jaminan sosial ketika ini masih diskriminatif, terbatas, dan berorientasi keuntungan.
Mereka menuntut akan jaminan sosial bagi buruh. Kalangan buruh menganggap penerapan jaminan sosial ketika ini masih diskriminatif, terbatas, dan berorientasi keuntungan.
Di depan Istana, sempat terjadi kericuhan yang berlangsung sekitar 15 menit pada pukul 14.00 WIB. Petugas kepolisian mengamankan dua orang pengunjuk rasa untuk dimintai keterangan.
Menurut Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Edward Aritonang, kedua demonstran tersebut berasal dari salah satu forum antikorupsi, KAPAK (Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi). Setelah insiden itu, secara umum kondisi agresi unjuk rasa berjalan aman kembali hingga selesainya agresi pada pukul 16.00 WIB.
Menurut Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Edward Aritonang, kedua demonstran tersebut berasal dari salah satu forum antikorupsi, KAPAK (Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi). Setelah insiden itu, secara umum kondisi agresi unjuk rasa berjalan aman kembali hingga selesainya agresi pada pukul 16.00 WIB.
Ribuan buruh Indonesia merayakan Hari Buruh Internasional atau May Day, di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta.
Mereka menyerukan adanya kepastian jaminan sosial bagi para buruh di Indonesia sambil meneriakkan yel-yel usaha eperti "Hidup Buruh" dan "Berikan Hak-Hak Buruh," serta mereka berpawai menuju Istana Negara.
Mereka menyerukan adanya kepastian jaminan sosial bagi para buruh di Indonesia sambil meneriakkan yel-yel usaha eperti "Hidup Buruh" dan "Berikan Hak-Hak Buruh," serta mereka berpawai menuju Istana Negara.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Polisi DR. Untung S.Rajab, mendapatkan sejumlah tokoh serikat buruh yang terlibat eksklusif pengerakan agresi demo besar-besaran di ibukota Jakarta menyambut May Day 2012 atau Hari Buruh Internasional.
Tokoh buruh yang menemui Kapolda, diantaranya ketua agresi dan koordinator Lapangan. Kemudian mereka bersama Kapolda memberi keterangan pers.
Tokoh buruh yang menemui Kapolda, diantaranya ketua agresi dan koordinator Lapangan. Kemudian mereka bersama Kapolda memberi keterangan pers.
Bari Silitonga selaku ketua agresi pada peringatan Hari Buruh Internasioanl itu kepada wartawan mengatakan, kedatangan mereka menemui Kapolda Metro Jaya untuk memberi apresiasi positif kepada Polda Metro Jaya dan jajarannya yang telah mengawal agresi demo buruh pada Sesala 1 Mei 2012, sehingga agresi buruh sanggup berjalan lancar, tertib dan aman, tanpa menerima gangguan hingga selesai.
Meskipun tuntutan serikat buruh hanya sebagaian kecil menerima balasan positif dari Pemerintah, kami buruh merasa perlu memberi apresiasi kepada jajaran Polda Metro Jaya yang telah mengamankan agresi demo buruh semenjak awal hingga selesai pada 1 Mei 2012.
Mengenai tuntutan buruh yang belum tercapai, itu akan terus diperjuangkan buruh dan tidak akan pernah berhenti, kata Bari Silitonga.
Mengenai tuntutan buruh yang belum tercapai, itu akan terus diperjuangkan buruh dan tidak akan pernah berhenti, kata Bari Silitonga.
Kedatangan sejumlah tokoh buruh ini, disambut besar hati oleh Kapolda Metro Jaya, Irjen Polisi DR.Untung S.Rajab. Kepada wartawan dikatakannya, jajaran Polda Metro Jaya juga memberi apresiasi dan sangat berterima kasih kepada seluruh anggota serikat buruh, dimana selama melaksanakan agresi demonya pada May Day 2012 tetap tertib dan tidak melanggar hukum.
Menurut Irjen Polisi DR.Untung S.Rajab, buruh maupun serikat buruh telah memperlihatkan kepada masyarakat suatu teladan positif, bahwa untuk memberikan aspirasi melalui agresi demo sanggup dilakukan secara tertib dan damai. Buruh telah memberi contoh, meskipun massa yang diturunkan puluhan ribu, agresi demo mereka tidak mengganggung keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Aksi buruh 1 Mei kemarin merupakan bukti, bahwa agresi demo tidak identik dengan kerusuhan. Saya selaku pimpinan Polda Metro Jaya pada berterima kasih dan member apresiasi kepada buruh. Saya juga berterima kasih dan member apresiasi kepada mahasiswa yang pada hari buruh internasional kemarin ikut melaksanakan agresi demo, tapi tetap tertib”, kata Kapolda Metro.
Lebih lanjut Kapolda Metro Jaya mengatakan, bahwa buruh yang tergabung diberbagai serikat buruh yakni aset negara. Mereka patut dihargai dan berhak menerima pelayanan yang baik dari pemerintah, termasuk dari kepolisian. Oleh lantaran itu, jajaran kepolisian pada peringatan hari buruh kemarin mengawal agresi demo buruh semoga tidak menerima gangguan dari pihak luar, dan kerjasama buruh dengan Polisi Republik Indonesia pada May Day 2012 cukup baik. Apa yang telah diperlihatan buruh melalui agresi demonya, patut dicontoh, lantaran agresi demo tidak identik dengan kekerasan atau kerusuham.
Pemerintah kesannya menimbulkan Hari Buruh Internasional yang diperingati setiap 1 Mei di Indonesia juga ditetapkan sebagai hari libur nasional. Hal itu dimulai pada tahun 2014.
Pengaruh di selenggarakannya Hari Buruh Dunia di Indonesia
Sekarang setelah kita mengetahui sejarah dari hari buruh itu sendiri, maka hari buruh pun mempunyai efek yang sangat tinggi.
Pengaruh Positif :
1. Semakin menghilangnya sistem kerja paksa dan sistem kerja yang tidak manusiawi.
2. Buruh-buruh di Indonesia menjadi kompak, seluruh buruh berdemo mengumandangkan satu bunyi yaitu kesejahteraan.
3. Gaji-gaji yg diberikan sesuai dengan usul buruh yang mengacu pada UMR dan UMP.
Pengaruh Negatif :
1. Umumnya demo selalu mengakibatkan kemacetan, kerusakan akomodasi umum, serta meninggalkan sampah-sampah bekas para buruh yang melaksanakan agresi demo tersebut (tapi mudah-mudahan semakin ke sini agresi demonstrasi semakin rapih dan terkendali).
2. Secara tidak eksklusif hari buruh juga telah memperlihatkan dampak yang kurang menyenangkan bagi para buruh itu sendiri, kenapa sanggup begitu?
itu dikarenakan tuntutan dari para buruh untuk menaikkan upah telah mengakibatkan perusahaan kewalahan untuk menggaji para karyawannya dan mereka terpaksa melaksanakan seleksi atau analisis kembali terhadap karyawannya.
Dan terakhir melaksanakan sortir serta tentu saja melaksanakan tindakan PHK terhadap karyawan yang kurang diperlukan dan kurang memenuhi tuntutan dari perusahaan.
Nah, itulah sekilas yang sanggup saya sampaikan pada kesempatan kali ini ihwal Sejarah dan Perkembangan Hari Buruh Serta Dampak Yang Terjadi, happy labor day dan semoga bermanfaat.
Pengaruh di selenggarakannya Hari Buruh Dunia di Indonesia
Sekarang setelah kita mengetahui sejarah dari hari buruh itu sendiri, maka hari buruh pun mempunyai efek yang sangat tinggi.
Pengaruh Positif :
1. Semakin menghilangnya sistem kerja paksa dan sistem kerja yang tidak manusiawi.
2. Buruh-buruh di Indonesia menjadi kompak, seluruh buruh berdemo mengumandangkan satu bunyi yaitu kesejahteraan.
3. Gaji-gaji yg diberikan sesuai dengan usul buruh yang mengacu pada UMR dan UMP.
Pengaruh Negatif :
1. Umumnya demo selalu mengakibatkan kemacetan, kerusakan akomodasi umum, serta meninggalkan sampah-sampah bekas para buruh yang melaksanakan agresi demo tersebut (tapi mudah-mudahan semakin ke sini agresi demonstrasi semakin rapih dan terkendali).
2. Secara tidak eksklusif hari buruh juga telah memperlihatkan dampak yang kurang menyenangkan bagi para buruh itu sendiri, kenapa sanggup begitu?
itu dikarenakan tuntutan dari para buruh untuk menaikkan upah telah mengakibatkan perusahaan kewalahan untuk menggaji para karyawannya dan mereka terpaksa melaksanakan seleksi atau analisis kembali terhadap karyawannya.
Dan terakhir melaksanakan sortir serta tentu saja melaksanakan tindakan PHK terhadap karyawan yang kurang diperlukan dan kurang memenuhi tuntutan dari perusahaan.
Nah, itulah sekilas yang sanggup saya sampaikan pada kesempatan kali ini ihwal Sejarah dan Perkembangan Hari Buruh Serta Dampak Yang Terjadi, happy labor day dan semoga bermanfaat.



