Salem, Brebes Hit By Disaster In 2018! Apa Yang Salah?
Assalamualaikum,
Halo teman-teman semua apa kabarnya hari ini? mudah-mudahan Allah SWT selalu menunjukkan perlindungan, kesehatan, serta keselamatan bagi diri kita masing-masing. Karena, sejatinya tidak ada pertolongan yang paling ampuh selain darinya.
Februari 2018, ada kabar sedih yang begitu mendalam bagi warga Jawa Tengah tepatnya di daerah Pegunungan Lio, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes. Hujan turun terus-menerus tanpa henti di daerah tersebut, yang dimana animo hujan memang identik dengan petaka di Indonesia.
Bencana yang seharusnya tidak terjadi ini menjadi problema gres bagi warga masyarakat setempat, betapa tidak ini merupakan tragedi terbesar hingga ketika ini yang dialami daerah tersebut. Karena, tidak hanya tanah longsor, namun banjir juga ikut terjadi di beberapa wilayah sekitar dan parahnya lagi ada tanggul bendungan yang jebol sehingga beberapa warga terpaksa harus mengungsi lantaran dikhawatirkan terjadi banjir bandang.
Hingga ketika ini, 5 petani dinyatakan tewas tertimbun longsor, dan 15 orang lainnya hilang. Dan dini hari tadi ditemukan korban gres di pinggiran sungai yang tidak dikenali. Masyarakat sekitar menyebutkan korban tersebut yaitu korban hanyut yang terbawa oleh derasnya air sungai. Kenapa saya sanggup tahu? lantaran saya sendiri yaitu orang orisinil sana dan saudara saya yang mengabarkannya langsung.
Di Indonesia terdapat 274 Kabupaten/Kota merupakan daerah ancaman sedang-tinggi terjadinya tanah longsor. Tidak heran kalau tanah longsor menjadi tragedi yang sangat dikhawatirkan lantaran memang banyak penduduknya yang tinggal di wilayah tersebut.
Berdasarkan Wikipedia Gerakan Tanah atau yang biasa disebut Tanah Longsor yaitu suatu insiden geologi yang terjadi lantaran pergerakan masa batuan dan tanah dengan banyak sekali tipe dan jenis menyerupai jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Penyebabnya pun bervariasi;
Halo teman-teman semua apa kabarnya hari ini? mudah-mudahan Allah SWT selalu menunjukkan perlindungan, kesehatan, serta keselamatan bagi diri kita masing-masing. Karena, sejatinya tidak ada pertolongan yang paling ampuh selain darinya.
Februari 2018, ada kabar sedih yang begitu mendalam bagi warga Jawa Tengah tepatnya di daerah Pegunungan Lio, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes. Hujan turun terus-menerus tanpa henti di daerah tersebut, yang dimana animo hujan memang identik dengan petaka di Indonesia.
Bencana yang seharusnya tidak terjadi ini menjadi problema gres bagi warga masyarakat setempat, betapa tidak ini merupakan tragedi terbesar hingga ketika ini yang dialami daerah tersebut. Karena, tidak hanya tanah longsor, namun banjir juga ikut terjadi di beberapa wilayah sekitar dan parahnya lagi ada tanggul bendungan yang jebol sehingga beberapa warga terpaksa harus mengungsi lantaran dikhawatirkan terjadi banjir bandang.
Hingga ketika ini, 5 petani dinyatakan tewas tertimbun longsor, dan 15 orang lainnya hilang. Dan dini hari tadi ditemukan korban gres di pinggiran sungai yang tidak dikenali. Masyarakat sekitar menyebutkan korban tersebut yaitu korban hanyut yang terbawa oleh derasnya air sungai. Kenapa saya sanggup tahu? lantaran saya sendiri yaitu orang orisinil sana dan saudara saya yang mengabarkannya langsung.
Mari kini kita bahas apa itu tragedi tanah longsor dan banjir serta kenapa sanggup terjadi?
Tanah longsor merupakan salah satu tragedi yang paling ditakuti di Indonesia, lantaran berdasarkan data dari Pemerintah sebanyak 40,9 juta warga Indonesia tinggal di daerah rawan longsor!Di Indonesia terdapat 274 Kabupaten/Kota merupakan daerah ancaman sedang-tinggi terjadinya tanah longsor. Tidak heran kalau tanah longsor menjadi tragedi yang sangat dikhawatirkan lantaran memang banyak penduduknya yang tinggal di wilayah tersebut.
Berdasarkan Wikipedia Gerakan Tanah atau yang biasa disebut Tanah Longsor yaitu suatu insiden geologi yang terjadi lantaran pergerakan masa batuan dan tanah dengan banyak sekali tipe dan jenis menyerupai jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Penyebabnya pun bervariasi;
- Erosi yang disebabkan ajaran air permukaan atau air hujan, sungai-sungai atau gelombang maritim yang menggerus kaki lereng-lereng bertambah curam.
- Lereng dari bebatuan dan tanah diperlemah melalui saturasi yang diakibatkan hujan lebat.
- Gempa bumi menimbulkan getaran, sehingga tekanan pada partikel-partikel mineral dan bidang lemah pada massa batuan dan tanah menimbulkan longsornya lereng-lereng tersebut.
- Gunung berapi membuat simpanan debu yang lengang, hujan lebat dan ajaran debu-debu.
- Getaran dari mesin, kemudian lintas, penggunaan bahan-bahan peledak, dan bahkan petir.
- Berat yang terlalu berlebihan, contohnya dari berkumpulnya hujan atau salju.
Cukup banyak memang penyebab terjadinya tanah longsor kalau di kelompokan secara umum. Namun, khusus untuk tragedi tanah longsor di daerah Brebes ini, ada beberapa hal utama yang akan saya singgung lantaran berdasarkan saya sangat berdampak eksklusif terhadap terjadinya bencana.
Pembabatan Hutan Yang Kurang Akurat Untuk Pembangunan Kawasan Wisata
Tidak sanggup dipungkiri ketika ini Kabupaten Brebes sedang gencar-gencarnya melaksanakan promosi daerah wisata untuk wilayah kecamatan salem, tidak tanggung-tanggung banyak daerah yang berlomba-lomba untuk membangun tempat wisata semoga sanggup mendatangkan banyak pengunjung dan mengenalkannya kepada mereka. Dan ini pun berhasil, banyak pengunjung yang tertarik dan berdatangan bahkan dari luar kota.
Namun, ternyata yang terjadi diluar dugaan, pembabatan hutan yang terlalu berlebihan dan hanya menyisakan pepohonan yang kecil-kecilnya saja serta proses Reboisasi yang tidak seimbang dan butuh waktu yang cukup usang menimbulkan daur air di tanah menjadi tidak terkendali, lantaran hanya sedikit yang terserap oleh pepohonan, apalagi intensitas turunnya hujan di wilayah tersebut cukup tinggi.
Kenapa saya berani menunjukkan perkiraan ini?
Karena saya melihat tragedi tanah longsor sebagian besar terjadi di daerah yang menjadi tempat wisata. Tidak hanya saya yang beropini menyerupai ini, banyak dari teman-teman saya pun yang menyayangkan hal tersebut.
Dan lebih mirisnya lagi ternyata PEMDA mengeluarkan hukum untuk menghilangkan pohon di pinggir jalan sejauh 30 Meter kanan dan kiri!
Sumber https://www.tagarnuansa.com/
Namun, ternyata yang terjadi diluar dugaan, pembabatan hutan yang terlalu berlebihan dan hanya menyisakan pepohonan yang kecil-kecilnya saja serta proses Reboisasi yang tidak seimbang dan butuh waktu yang cukup usang menimbulkan daur air di tanah menjadi tidak terkendali, lantaran hanya sedikit yang terserap oleh pepohonan, apalagi intensitas turunnya hujan di wilayah tersebut cukup tinggi.
Kenapa saya berani menunjukkan perkiraan ini?
Karena saya melihat tragedi tanah longsor sebagian besar terjadi di daerah yang menjadi tempat wisata. Tidak hanya saya yang beropini menyerupai ini, banyak dari teman-teman saya pun yang menyayangkan hal tersebut.
Dan lebih mirisnya lagi ternyata PEMDA mengeluarkan hukum untuk menghilangkan pohon di pinggir jalan sejauh 30 Meter kanan dan kiri!
Intensitas Hujan Tinggi Yang Terjadi Selama Berhari-hari
Ini merupakan penyebab utama yang paling berdampak eksklusif terhadap terjadinya bencana, namun lagi-lagi saya akan tetap menyinggung poin yang pertama juga lantaran kedua alasan ini saling berkorelasi.
Logikanya sederhana, kalau memang bukan lantaran pembabatan hutan yang terlalu berlebihan kenapa sebelum-sebelumnya belum pernah ada insiden tragedi sebesar ini, dan memakan korban yang cukup banyak, padahal menyerupai yang sudah saya sebutkan diatas bahwa wilayah Salem, Brebes dari dulu memang mempunyai intensitas hujan yang tinggi.
Harus saya akui memang selalu ada beberapa tragedi tanah longsor yang terjadi, tapi sekali lagi untuk yang separah ini dalam sepengetahuan saya yang tinggal cukup usang di daerah tersebut belum pernah terjadi sama sekali.
Buang Sampah Sembarangan Yang Berdampak Terhambatnya Aliran Sungai Atau Kali
Walaupun masih di daerah pegunungan, tapi saya sudah melihat beberapa sungai yang airnya telah terkotori lantaran ulah para warganya sendiri, apalagi kalo buka buang sampah seenaknya tanpa pikir panjang, mereka pikir dengan buang sampah ke sungai akan hilang begitu saja terbawa arus sungai, tapi maaf kalian salah besar justru itu yaitu salah satu faktor pemicu dari terjadinya tragedi banjir dari sekian banyak penyebab-penyebab lainnya.
Intensitas air sungai yang meningkat dengan cepat menimbulkan air tidak sanggup diserap lagi oleh tanah di wilayah tersebut, dan diperparah dengan sampah-sampah yang menumpuk sehingga menghambat ajaran sungai dan air menjadi meluap melewati batas ketinggian tanah di sungai tersebut.
Aliran sungai yang tinggi sanggup mengikis bertahap lapisan tanah yang dilewatinya, dan ketika melewati daerah yang curam maka tidak heran tanah longsor pun terjadi, akhir erosi tanah di potongan dasar oleh air sungai yang lewat daerah tersebut.
Jadi, kini bagaimana?
Jadi, kini bagaimana?
Sekarang marilah kita berbenah diri dan senantiasa menjaga alam, jaga hutan, dan jangan sekali-kali menebang pohon sembarangan tanpa perhitungan, boleh menebang tapi harus dengan penanaman kembali secepatnya bukan ditebang hingga habis tanpa sisa.
Dan ini yang tidak kalah penting, JANGAN PERNAH SEKALI-KALI MEMBUANG SAMPAH ATAU APAPUN DI SUNGAI ATAU KALI!!!
sengaja saya CAPSLOCK, biar ampuh dan bukan hanya dibaca tapi dipraktekan!
Akhir Kata
Dibalik semua insiden niscaya ada hikmahnya, dan tampaknya ini memang merupakan teguran dari sang maha pencipta untuk kita semua, disatu sisi ia ingin semoga kita menjaga tempat tinggal kita dengan sebaik-baiknya dan jangan pernah merusaknya apalagi hanya untuk kepentingan satu orang dan mengorbankan orang-orang lain di bawahnya ( pahami maknanya ).
Dan di sisi lain, tentu saja sebagai peringatan bagi kita yang barangkali sudah begitu lalai terhadap perintah-perintahnya serta dengan mudahnya melanggar apa yang dilarangnya.
Bahkan dalam Al-qur'an pun, Allah SWT telah secara terang menyebutkannya;
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ
"Dan musibah apa saja yang menimpa kalian, maka disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah mema'afkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)" (QS. As-Syuura: 30)
Terakhir, saya berharap semoga korban-korban yang masih hilang sanggup segera ditemukan dan semoga keluarga-keluarga dari para korban tanah longsor ini diberikan ketabahan serta kekuatan semoga sanggup tetap tegar dan sabar menghadapi cobaan ini.
Wassalamualaikum.
Wassalamualaikum.
